Ericktristanto’s Blog

Just another WordPress.com weblog

PESIMISME TERHADAP BARACK OBAMA

Terpilihnya Barack Obama sebagai presiden Amerika Serikat periode 2009-2013 menimbulkan euphoria dan hysteria yang luar biasa di seantero dunia. Banyak kalangan menilai bahwa dengan terpilihnya Obama akan mengubah cara pandang dan kebijakan Amerika terkait masalah-masalah global. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal.

Pertama, Obama adalah orang keturunan Afro-American satu-satunya yang terpilih sebagai presiden di Negara Adikuasa yang mayoritas kulit putih. Hal ini menandakan bahwa warga Amerika saat ini dapat menerima hal yang baru dan berbeda. Dulu Amerika sangat negative terhadap warganya yang berkulit hitam. Namun saat ini, kekonservatifan warga AS telah tereduksi oleh berkembangnya paham demokrasi yang mengagungkan kebebasan dan persamaan. Dengan diterimanya orang kulit hitam sebagai presiden, warga dunia juga berharap adanya perubahan kebijakan luar negeri AS yang lebih demokrasi dan memperhatikan kepentingan Negara-negara berkembang yang mayoritas penduduknya merupakan warga kulit berwarna.

Kedua, tema yang diusung Obama dalam kampanyenya yaitu “Change”. Obama menjanjikan akan mengubah AS tidak lagi menjadi “Polisi Dunia” namun menjadi Negara yang lebih netral dan berusaha menjaga perdamaian dengan tidak mengedepankan penggunaan senjata dalam menyelesaikan masalah-masalah internasional. Bahkan, Obama berjanji lebih mengutamakan jalur dipplomasi dalam menghadapi musuh-musuh AS. Obama bersedia duduk bersama Ahmadinejad, Castro, dan Chavez.

Ketiga, Obama pernah dibesarkan di salah satu Negara Dunia Ketiga yaitu Indonesia sehingga mempengaruhi cara berpikir Obama. Bagi Indonesia, terpilihnya Obama akan meningkatkan ekspektasi Indonesia dalam percaturan politik internasional. Indonesia berharap Obama akan mengingat Indonesia sebagai Negara yang membesarkannya sehingga dalam hubungan internasional kedua Negara, kepentingan Indonesia lebih diperhatikan. Selain itu, Negara-negara berkembang yang lain berharap dengan pernah tinggalnya Obama di Indonesia yang notabene adalah Negara berkembang maka cara pandang Obama terhadap Negara-negara berkembang yang lain juga berubah. Obama diharapkan lebih arif dan lebih memperhatikan kesejahteraan rakyat Negara Dunia Ketiga.

Keempat, nama tengah Obama yaitu Husein. Ya, Barack Obama adalah mantan muslim. Ayahnya adalah warga Negara Kenya. Kaum muslim di seluruh dunia berharap dengan terpilihnya Obama menjadi presiden dapat mereduksi ketegangan antara Islam dan Barat. Saat ini, hubungan AS dan Islam sangat tegang sejak tragedy terror 11 September 2001 yang menghancurkan 2 menara WTC New York dan pernyataan perang AS terhadap teroris yang ternyata malah menyakiti umat Islam. Selain itu, Obama sendiri berjanji akan menarik tentaranya dari Irak yang menjadi tuntutan umat Islam seluruh dunia. Negatifnya dari hal ini adalah malah-malah umat Islam tidak suka dengan Obama karena murtad dan keluar dari agama Islam. Jika hal ini terjadi saya rasa tidak akan memperbaiki hubungan antara Islam dan AS.

Keempat hal di atas patut dijadikan alasan mengapa Obama dielu-elukan oleh masyarakat dunia. Namun, perlu juga dipelajari tentang hal-hal lain di luar itu yang membuat kita harus berpikir ulang tentang apakah kita pantas mengelu-elukan Obama. Ada beberapa hal yang patut kita ketahui sehingga kita harus mengoreksi ulang optimisme kita terhadap kepemimpinan Obama di AS nantinya.

Pertama, kebijakan AS tidak dibuat oleh satu orang saja. Kita tahu bahwa kebijakan setiap Negara dipengaruhi Parlemen dan staf-staf ahli kepresidenan. Di parlemen, Obama tidak perlu khawatir karena Demokrat, partai yang mengusungnya menjadi presiden, sendiri menguasai perlemen dengan suara mayoritas. Namun, kita tahu bagaimana dengan staf-staf ahli Obama. Pada umumnya staf-staf ahli kepresidenan diambil dari universitas-universitas menjunjung tinggi nilai-nilai Liberal. Sebut saja Berkeley untuk staf ahli ekonomi atau MIT untuk staf ahli teknologi atau Harvard untuk staf ahli politik dan hubungan internasional. Selain itu, mereka – staf ahli kepresidenana – biasanya berafiliasi dengan jaringan-jaringan rahasia global untuk mensukseskan agenda tersembunyi mereka menciptakan “satu pemerintahan dunia”.

Kedua, ideologi partai Demokrat yang proChoice. Partai Demokrat sangat menjunjungi tinggi Hak Asasi Manusia (HAM). Namun, dukungan Demokrat terhadap HAM sudah kebablasan. ProChoice di sini diartikan bahwa semua keputusan diserahkan kepada manusianya sendiri apapun pilihannya karena dianggap manusia dapat membedakan yang baik atau yang buruk. Berbeda dengan Demokrat, Partai Republik berideologi ProLife yang dapat diartikan bahwa pilihan manusia tersebut semuanya harus bermanfaat bagi kehidupan. Perbedaan ini dapat dilihat dalam kasus Aborsi. Bagi Demokrat, Aborsi boleh-boleh saja terserah pada yang memiliki tubuh tersebut karena janin masih di dalam tubuh induknya jadi terserah induknya mau melakukan apa terhadap tubuhnya. Sedangkan bagi Republik, karena janin tersebut akan menghasilkan makhluk hidup maka haram hukumnya untuk menggugurkannya.

Ketiga, relevansi Negara yang pernah ditinggali Obama pada masa kecil. Hampir tidak ada relevansi antara kebijakan Amerika ke depannya dengan masa kecil Obama di Indonesia. Selain itu, saat itu Obama masih sangat kecil untuk mengetahui keadaan Indonesia harapannya akan menjadi presiden dan mengeluarkan idealismenya. Hubungan Indonesia sendiri tidak akan berubah signifikan karena Indonesia tidak memiliki nilai jual yang tinggi. Dilihat dari volume ekspornya AS tidak bergantung pada Indonesia tapi China. Justru kita yang bergantung pada AS. Sedangkan dalam hal politik Asia Tenggara, Indonesia kurang berpengaruh. AS lebih memusatkan perhatiannya pada Singapura dan Filipina yang memiliki pangkalan AS. Dalam SDA, banyak perusahaan tambang AS yang ada di Indonesia. Sebut saja Exxon Mobile dan Freeport. Namun, karena cadangan SDA Indonesia yang semakin menipis, AS akan lebih memperhatikan perusahaannya yang berada di Timur Tengah.

Keempat, ideology Amerika yang Kapitalis. Kita tahu bahwa Amerika sangat menjunjung tinggi paham materialisme  yang berkulminasi menjadi kapitalisme. Semua kebijakan Amerika  baik langsung maupun tidak langsung akan bersinggungan dengan kepentingan para kaum kapitalis. Tentu Amerika akan melindungi bahkan memfasilitasi agar kepentingan-kepentingan tersebut terwujud. Dengan demikian Amerika akan semakin berjaya baik dalam bidang finansial, politik, militer maupun sosial budaya. Ideologi ini sangat melekat pada diri bangsa Amerika dan hampir tidak akan dapat diubah atau diganti. Para pemiliki modal dapat mempengaruhi kebijakan Amerika, misalnya: masalah perdagangan bebas yang didengung-dengungkan Amerika merupakan agenda besar kaum kapitalis untuk menguasai pasar dunia karena mereka unggul dalam membiayai produknya. Saya rasa Obama tidak akan dengan mudah mengubah kebijakan tersebut karena dia sendiri terikat dengan sponsor kampanyenya yang tak lain adalah para kaum kapitalis dan Yahudi.
Kelima, keterikatan AS dengan Israel. Kita lihat bahwa Israel adalah negara satelit Amerika di Timur Tengah sehingga mau tidak mau Amerika harus melindunginya dari musuh-musuhnya. Kepentingan AS di Timur Tengah juga menjadi faktor keterikatan AS dengan Israel. Mungkin AS di bawah Obama  hanya akan mereduksi kekerasan senjata Israel terhadap Palestina namun tak menjamin kemerdekaan Palestina dan tindakan-tindakan Israel lain yang melanggar HAM warga Palestina.
Keenam, komposisi kabinet. Dan yang terakhir Obama tidak bekerja sendirian. Dia akan dibantu oleh menteri-menterinya di kabinet. Isu yang berkembang adalah Obama masih akan menggunakan atau memasukkan orang-orang lama dalam kabinetnya. Dengan begitu kita sudah dapat menilai ke arah mana kebijakan Amerika selanjutnya di bahwa Obama. Obama bersama menteri-menterinya mungkin akan bersikap konservatif terhadap kebijakan sebelumnya. Atau. Obama boleh bersikap progresif tapu apa daya jika menteri-menterinya kurang mendukung. Memang kebijakan sepenuhnya ada dalam tangan Obama tapi tentu saja menteri-menterinya akan dipertimbangkan. Dan, suatu hal yang tabu di Amerika Serikat mengenai reshuffle kabinet. Reshuffle kabinet di AS akan secara langsung mempengaruhi pasar finansial di sana  sehingga mau tidak mau Obama harus berhati-hati memilih menterinya.

November 13, 2008 - Posted by | politik | , ,

1 Komentar »

  1. Every weekend i used to pay a quick visit this web page, for the reason that i wish for enjoyment, since this
    this website conations in fact pleasant funny material too.

    Komentar oleh phytoceramides 350 mg gluten free | Agustus 3, 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: