Ericktristanto’s Blog

Just another WordPress.com weblog

SPEKULASI Ka-Ji dan PDI Perjuangan dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur

Pemilihan Gubernur Jawa Timur telah usai. Namun, kita bisa mengambil pelajaran dari even ini. Salah satunya adalah dukungan PDIP terhadap pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Ka-Ji). Sekarang mari kita analisis latar belakang dan dampak dukungan PDIP terhadap Ka-Ji.

Pertama, PDIP hanya memiliki satu pilihan yaitu mendukung salah satu pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur. Hal ini disebabkan PDIP tidak ingin kehilangan momentum menguasai propinsi yang populasinya sangat banyak. PDIP tak ingin kehilangan tajinya sebagai partai besar berpengaruh. Jika PDIP tidak mendukung salah satu calon kemungkinan besar PDIP akan sulit memenangkan Megawati dalam pemilihan presiden 2009 di propinsi ini. Suara yang masuk bagi Mega mungkin hanya dari konstituen PDIP yang jumlahnya kalah dari konstituen Nahdlatul Ulama. Dengan mendukung salah satu calon maka PDIP telah “memegang” tokoh yang dapat mengupayakan kemenangannya. Selain itu, PDIP juga ingin membuktikan bahwa kekuatan PDIP patut diperhitungkan dan bahwa konstituennya sangat setia dan loyal pada Mega dan PDIP.

Kedua, PDIP sendiri menjatuhkan pilihannya kepada pasangan Khofifah-Mudjiono. Perhitungan politisnya jelas karena tidak mungkin PDIP yang mencalonkan Mega sebagai presiden mendukung Soekarwo-Saifullah Yusuf yang diusung oleh Partai Demokrat yang juga telah mencalonkan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai musuh Mega dalam pilpres 2009. Selain itu, isu gender juga menghiasi jatuhnya dukungan PDIP kepada Khofifah. Di daerah lain di Jawa, PDIP selalu mendukung pasangan calon gubernur/wakil gubernur yang ada wanitanya. Daerah tersebut adalah Banten di mana PDIP mendukung Ratu Atut Chosiyah dan Jawa Tengah di mana PDIP mengusung Rustruningsih sebagai calon wakil gubernur. Dua daerah tersebut dimenangi oleh PDIP walaupun sebenarnya di Banten kader perempuan PDIP juga maju dalam pilgub tapi tidak didukung karena hanya sebagai calon wakil gubernur. Ini menunjukan bahwa perempuan juga mampu menjadi pemimpin.

Ketiga, Ka-Ji pun tak punya kuasa untuk menolak dukungan tersebut. Mau tidak mau Ka-Ji membutuhkan suara PDIP. Di lain pihak, KarSa sudah didukung 4 partai politik besar yaitu PAN, Demokrat, PKS, dan PKB serta Golkar walaupun secara informal. Secara realistis Ka-Ji yang hanya diusung PPP dan partai kecil lain yang tidak memiliki mesin politik handal tidak dapat mengharapkan kemenangan. Perolehan suara Ka-Ji di putaran pertama melejit karena memanfaatkan pecahnya suara partai-partai besar. Suatu anugrah besar bagi Ka-Ji jika PDIP mendukungnya. Dengan mesin politik PDIP yang memadai suara PDIP dapat diarahkan kepada Ka-Ji.

Keempat, Perolehan suara Ka-Ji menjadi terbatasi. Dukungan PDIP kepada Ka-Ji berimplikasi bahwa pasangan Ka-Ji juga harus mendukung Mega dalam pilpres 2009. Kalau saja PDIP belum mengumumkan calon presidennya mungkin perolehan suara Ka-Ji jauh lebih banyak lagi. Hal ini disebabkan tidak semua orang yang suka Ka-Ji juga suka dengan Megawati. Kemungkinan besar, suara yang diperoleh Ka-Ji adalah suara PDIP proMega ditambah loyalis partai dan loyalis Khofifah seperti Muslimat dan Fatayat. Sedangkan swing voters yang sebelumnya memilih Ka-Ji karena idealismenya mengubah pilihan mereka karena merasa calonnya telah ditunggangi oleh Megawati. Khofifah sendiri nantinya akan dilemma jika mungkin nanti PPP mengusung calon presidennya sendiri. Sebagai orang yang diusung PPP menjadi gubernur tentu Khofifah harus membalas budi dengan mendukung capres dari PPP. Namun, komitmennya mendukung Megawati sebagai capres juga harus dipertanggungjawabkan.

Kelima, ketidakpuasan konstituen PDIP. Kita tahu sebelumnya dalam konvensi DPD PDIP Jawa Timur untuk mencari calon gubernur telah dimenangi oleh Soekarwo. Ini menandakan bahwa konstituen PDIP sudah dekat dengan Soekarwo. Dengan terbitnya dukungan PDIP kepada pasangan Ka-Ji tentu mengecewakan sebagian konstituen PDIP yang ingin memilih KarSa. Akhirnya konstituen PDIP akan berpikir ulang tentang dukungannya terhadap KarSa maupun Ka-Ji dalam pilgub Jatim dan terhadap PDIP dalam pemilu legislative serta terhadap Megawati dalam pilpres 2009. Mereka merasa PDIP lebih mementingkan kepentingan pusat dari pada kepentingan DPC-DPC PDIP di Jawa Timur.

November 18, 2008 - Posted by | politik | , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: