Ericktristanto’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Secuil tentang Krisis Finansial Global 2008

Mungkin banyak orang awam yang tidak mengetahui tentang krisi finansial global namun baik secara langsung maupun tidak langsung ikut terkena dampak dari krisis ini. Sekarang mari kita kaji sedikit mengenai krisi finansial global tahun 2008.

Pertama-tama, mari kita definisikan atau kita batasi pengertian dari krisi finansial global 2008. Dalam ekonomi ada dua sektor yang memegang peranan penting yaitu sektor riil dan sektor finansial (pendekatan IS-LM). Sektor riil adalah sektor produksi dan konsumsi barang dan jasa sedangkan sektor finansial adalah sektor distribusi atau penyaluran uang dan surat berharga. Jadi krisis finansial global 2008 ini berarti terjadi chaos atau crisis hanya di sektor finansial saja.

Kedua, mari kita lihat penyebab krisis finansial ini. Latar belakang dari krisis finansial global 2008 ini adalah terjadinya krisis kredit perumahan di Amerika. Krisis kredit perumahan di Amerika ini dimulai dengan rendahnya tingkat suku bunga Bank Sentral AS (The Fed). Tingkat suku bunga The Fed yang rendah diikuti oleh rendahnya tingkat suku bunga kredit khususnya kredit perumahan. Maka banyak rakyat AS berbondong-bondong mengkredit rumah. Tingkat bunga yang rendah juga mendorong tingginya laju investasi baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri sehingga terjadi capital inflow. Rendahnya tingkat bunga yang menyebabkan orang lebih suka memegang uang ketimbang menabungkan uangnya dan lagi capital inflow yang tinggi mengakibatkan jumlah uang beredar di masyarakat semakin banyak. Jumlah uang yang beredar banyak di masyarakat memicu inflasi atau kenaikan tingkat harga umum. Untuk mencegahnya The Fed mulai menaikkan tingkat suku bunganya. Selain itu, tingkat volume kredit yang tinggi menyebabkan ekspektasi negatif masyarakat terhadap perusahaan pembiayaan kredit. Jadi intinya ada 2 hal penyebab terjadinya krisis finansial global 2008 yaitu tingkat bunga dan ekspektasi negatif. Faktor lain yang juga mendukung terjadinya krisis adalah finansialisasi. Finansialisasi adalah upaya mengubah kredit masyarakat menjadi surat berharga semacam surat utang untuk dijual guna menambah likuiditas modal perusahaan pembiayaan kredit.

Ketiga, mari kita lihat dampak dari krisis ini. Peningkatan tingkat suku bunga diikuti oleh tingkat suku bunga kredit yang menyebabkan masyarakat AS pengambil kredit rumah menjadi tidak bisa membayar kreditnya atau kredit macet atau gagal bayar karena bunga yang terlalu tinggi. Peningkatan tingkat bunga selalu diikuti oleh tingkat bunga kredit karena lembaga keuangan khususnya bank hidup dari excess atau kelebihan dari bunga kredit dikurangi dengan bunga tabungan bank. Banyaknya kredit macet yang dialami perusahaan-perusahaan pembiayaan kredit membuatnya bangkrut dan diambil alih oleh pemerintah.

Ekspektasi negatif terhadap perusahaan-perusahaan pembiayaan kredit menyebabkan terjadinya panic selling atau penjualan saham perusahaan-perusahaan pembiayaan kredit secara terburu-buru sebelum perusahaan tersebut bangkrut. Penjualan saham secara serentak tersebut menyebabkan harga-harga saham menjadi turun. Turunnya harga saham perusahaan mengakibatkan turunnya nilai atau ekuitas modal perusahaan. Turunnya nilai atau ekuitas modal perusahaan terutama bank akan menurunkan tingkat kepercayaan nasabah terhadap bank sehingga nasabah akan berbondong-bondong menarik uangnya dari bank atau biasa disebut Rush.

Perusahaan-perusahaan pembiayaan kredit tidak beroperasi pada lingkup domestik AS saja tapi juga sudah beroperasi secara worldwide. Surat berharga mereka diperdagangkan di bursa-bursa efek di kota-kota besar dunia. Selain itu, dana pihak ketiga atau nasabah dari bank bermasalah di AS bukan cuma warga AS tapi juga perusahaan-perusahaan besar dunia. Jadi krisis di AS juga berimbas pada negara-negara lain terutama Uni Eropa yang menjadi mitra dagang utama AS

Penurunan nilai atau harga saham perusahaan sebenarnya tidak memiliki hubungan langsung dengan operasional pabrik. Perusahaan-perusahaan tersebut masih bisa memproduksi barangnya selama masih ada permintaan. Permintaan inilah yang mulai berkurang disebabkan oleh ekspektasi negatif sehingga aggregat demand (AD/permintaan secara keseluruhan) juga menurun. Penurunan permintaan otomatis direspon oleh perusahaan yang tidak ingin rugi dengan melakukan rasionalisasi melalui pengurangan biaya-biaya produksi. Jadi mau tidak mau krisis finansial ini berimbas pada sektor riil. Dan, yang paling terancam adalah buruh pabrik oleh PHK dari perusahaannya.

Bagi Indonesia, krisis finansial juga mempengaruhi nilai mata uang rupiah. Saat ini ( 24 November 2008) rupiah menembus angka Rp 12.300/$. Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian dalam pasar finansial. Para invesotr terutama investor asing lebih suka dengan investasi jangka pendek dengan portofolio ketimbang investasi jangka panjang atau Foreign Direct Investment (FDI). Investasi jangka pendek atau biasa disebut Hot Money inilah yang memperburuk nilai tukar mata uang rupiah. Saat pasar uang mengalami ketidakpastian, investor asing buru-buru menarik uangnya keluar negeri supaya meminimalisir kerugian sehingga terjadi capital outflow. Capital Outflow ini harus berupa dolar karena akan ditaruh di luar negeri sehingga para investor memborong dolar dengan uang rupiahnya. Karena permintaan dolar lebih tinggi dari rupiah otomatis harga dolar terhadap rupiah naik dan rupiah terdepresiasi.

Keempat, mari kita sedikit mengkaji saran solusinya. Menghadapi krisis finansial ini, dunia mengadakan pertemuan G-20 yaitu pertemuan negara-negara baik maju maupun berkembang yang memiliki peran atau pengaruh penting terhadap perekonomian dunia. Salah satunya adalah Indonesia. dari pertemuan itu dihasilkan beberapa saran solusi antara lain.

1. pemotongan tingkat suku bunga

2. menyediakan dana talangan untuk lembaga keuangan

3. membentuk lembaga pengawas kredit

4. mengelola lembaga keuangan dengan prinsip good governance

5. mengurangi hambatan perdagangan luar negeri.

November 24, 2008 - Posted by | ekonomi | , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: