Ericktristanto’s Blog

Just another WordPress.com weblog

SEJARAH, PERTEMUAN DAN GESEKAN IDEOLOGI

Sebelumnya mari kita memberi batasan tentang ideology. Ideology adalah doktrin politik dan formula/system politik. Ada beberapa ideology yang mempengaruhi kehidupan sejarah manusia sejak awal peradaban yaitu:
– Anarkhisme/Totalitarianisme
– Feodalisme
– Theologisme
– Nasionalisme
– Ultranasionalisme/Facisme
– Kapitalisme
– Liberalisme
– Komunisme
– Sosialisme
– Demokrasi

Menurut Alfian, seorang ilmuwan politik di Indonesia, ideology adalah pandangan atau system nilai yang menyeluruh dan mendalam yang dipunyai dan dipegang oleh suatu masyarakat tentang bagaimana cara yang sebaiknya yaitu secara moral dianggap benar dan adil, mengatur tingkah laku mereka bersama dalam berbagai segi kehidupan duniawi mereka (Pemikiran dan Perubahan Politik Indonesia, Gramedia, 1981)

Pada awal peradaban manusia di Mesopotamia tanpa mereka sadari, mereka menganut ideology anarkhisme. Kerajaan-kerajaan di Mesopotamia seperti Sumeria, Babylonia, Assyria, dan Persia menganggap kekuasaan dapat direbut dan dipertahankan dengan cara kekerasan. Hal ini beberapa abad kemudian dituangkan Machiavelli dalam bukunya Il Principe. Di samping anarkhisme, ideology lain juga berkembang pada masa itu yaitu Feodalisme dan Theologisme. Feodalisme berkembang di peradaban Cina di mana kaisar membagi tanahnya dan tentaranya pada tuan-tuan tanah, jenderal-jenderal, bangsawan-bangsawan atau keluarganya untuk memperoleh kesetiaannya dan menjaga kekuasaan dinastinya. Sedangkan Teologisme berkembang di Palestina pada bangsa Israel yang mempercayai pemerintahan Tuhan atas mereka.

Ideology anarkhisme dan teologisme runtuh sejak munculnya ajaran filsuf-filsuf Yunani seperti Aristoteles. Aristoteles mengajarkan ideology baru yaitu perpaduan antara feodalisme, Nasionalisme dan Demokrasi. Perpaduan antara ideology feodalisme, nasionalisme dan demokrasi menghasilkan suatu teori kenegaraan yang disebut teori Imperium Universal.

Teori ini kemudian dianut oleh muridnya Alexander Agung dalam menciptakan kekaisaran Macedonia dari Yunani hingga India. Teori imperium universal ini kemudian diteruskan oleh bangsa Romawi. Dari ketiga ideology yang berada dalam teori kenegaraan imperium universal Romawi lambat laun hanya satu yang menonjol yaitu nasionalisme di mana semua kebijakan dan tindakan harus berdasarkan kepentingan Negara sehingga tak jarang nasionalisme ini berimpitan dengan totalitarianisme yaitu menggunakan kekuatan militer untuk mempertahankan kekuasaan.

Lama-kelamaan ideology nasionalisme Romawi runtuh oleh serangan bangsa barbar seperti Hun dan Goth. Romawi banyak mempekerjakan tentara sewaan untuk mempertahankan bangsanya karena warganya sibuk dengan hartanya masing-masing. Hal ini menandakan peralihan dari nasionalisme ke totalitarianisme. Nasionalisme benar-benar runtuh seiring denga runtuhnya kekaisaran Romawi oleh bangsa barbar yang menggantinya dengan ideology anarkhisme di mana yang kuat yang berkuasa. Seiring dengan penyebaran agama Nasrani maka banyak dari bangsa barbar tersebut di-Kristen-kan dan mulai membentuk suatu pemerintahan yang kokoh.

Di sisi lain di belahan bumi Arab, muncul agama Islam dengan syariatnya. Jelas sudah bangsa Arab memakai ideology teologisme Islam di samping ideology feodalisme karena sifat kesukuan bangsa Arab yang beragam dan multietnis. Ideology feodalisme inilah yang menyebabkan seringnya terjadi perang saudara di dunia arab. Sampai pada dinasti terakhir yang paling kuat adalah Turki Ottoman. Turki Ottoman murni teologisme tanpa feodalisme walaupun wilayahnya luas sehingga lambat laun mulai meredup. Pencapaian terbesarnya adalah meruntuhkan kekaisaran Byzantium yang berumur lebih dari 14 abad dan merebut kota Konstantinopel dan mengubahnya menjadi Istambul. Pada abad ke-20 pemerintahan Turki Ottoman yang teologisme diruntuhkan oleh Mustafa Kemal Pasha (Attaturk) dengan revolusi nasionalismenya.

Di belahan bumi Cina ideology feodalisme totalitarianisme sudah berjalan sejak dinasti Xia, peletak dasar pemerintahan di Cina, sampai abad ke-12 di bawah dinasti Sung. Dinasti Sung kemudian dijatuhkan oleh Mongol yang berideologi totalitarianisme penuh. Tahun 1398 Cina merdeka dari Mongol di bawah dinasti Ming yang memerintah secara nasional hingga tahun 1644 Cina jatuh ke dinasti Mancu yang dianggap sebagai pemerintahan asing. Kemudian di bawah Sun Yat Sen terjadi revolusi nasional tahun 1911. Revolusi ini dibarengi dengan berkembangnya Komunisme hingga akhirnya komunisme merebut kekuasaan di Cina tahun 1949.

Kembali ke Eropa, setelah banyak para raja yang di-Kristen-kan maka terjalin hubungan antara pendeta/uskup dengan para raja. Mereka menjadi golongan yang berkuasa. Lambat laun gereja mulai menguasai para raja di bawah kekuasaan Paus. Dalam masa ini Eropa berideologikan teologisme yang diiringi dengan feodalisme. Ideology ini bertahan selama abad pertengahan hingga abd ke-16. Tepatnya, mulai berkembangnya ideology baru yaitu Kapitalisme yang diajarkan oleh Adam Smith lewat bukunya Wealth of Nation tahun 1776. Sebelumnya di Eropa ideology teologisme mulai ditinggalkan hingga tinggal saru ideology saja yaitu feodalisme. Kemunduran teologisme ini disebabkan munculnya ideology nasionalisme dari bangsa-bangsa Eropa. Sekitar abad ke-16 awal para raja mulai memutuskan hubungan dengan kekuasaan paus. Hal ii disebabkan munclnya gerakan Protestanisme di bawah Martin Luther yang mengoreksi kebobrokan gereja Katolik. Momentum keruntuhan teologisme akibat nasionalisme adalah pembentukan gereja Anglikan oleh bangsa Inggris di bawah Henry VIII yang bersitegang dengan Paus. Hal tersebut diikuti oleh Negara-nagara yang lain sehingga nasionalisme berkembang pesat mengiringi feodalisme.

Setalah buku Wealth of Nation terbit maka masyarakat khususnya kaum borjuis yang terdiri dari pedagang, pengusaha yang merupakan warga kota ingin bebas lepas dari aturan-aturan yang mengikat usaha perekonomian mereka. Warga kota ini ingin menggantikan peran bangsawan (tuan tanah) dan para uskup. Kemenangan kapitalisme terhadap feodalisme terjadi pada saat revolusi Perancis. Sejak revolusi Perancis, kapitalisme mulai menguasai Eropa di samping nasionalisme yang memang tidak menonjol. Ideology ini bertahan sampai saat ini walaupun muncul tantangan dari ideology-ideologi lainnya.

Tantang pertama muncul dari ideology komunisme. Komunisme timbul dari buah pikiran Karl Marx dalam bukunya Das Kapital tahun 1867. Komunisme yang merupakan suatu paham di mana kekuasaan Negara menguasai semua dan seluruh sumberdaya Negara termasuk rakyatnya untuk kepentingan pemerataan kesejahteraan mulai menandingi kapitalisme di mana barang siapa yang mempunyai cukup modal akan mendapat kekuasaan dan modal itu diperoleh dengan sebebas-bebasnya semampu yang dapat diperoleh. Sejak revolusi Bolshevik di Rusia tahun 1917, kedua ideology ini bersaing terus sampai muncul ideology lama dengan wajah baru yaitu nasionalisme yang dibungkus dengan ultransionalisme menjadi Facisme. Fasisme adalah paham yang menganggap negaranya yang paling unggul di antara Negara-negara lainnya. Fasisme muncl pertama kali di Jerman yang menganggap ras Aria sebagai ras terbaik dan memandang ras Yahudi sebagai saingan sehingga harus dimusnahkan dan terjadilah Holocaust. Adolf Hitler bertanggung jawab dalam membangun ideology ini lewat bukunya Mein Kampf tahun 1926. Dari Jerman ideology ini merambat ke Italia di bawah Benito Mussolini yang mewarisi kejayaan Romawi dan keJepang di bawah Perdana Menteri Jenderal Hideki Tojo. Kontak pertama antara Facisme dengan komunisme adalah tahun 1905 saat Jepang mengalahkan Rusia dalam Perang di selat Tsyusima.

Akhirnya untuk membendung kekuatan Facis di tiga Negara tersebut, kapitalisme yang diwakili Amerika Serikat, Inggris dan Perancis bergabung dengan komunisme yang diwakili oleh Rusia. Dalam Perang Dunia II kekuatan Facisme dihancurkan oleh gabungan kapitalisme-komunisme. Dunia masuk dalam babak baru yang disebut Perang Dingin.

Dalam era perang dingin di mana kekuatan kapitalisme bersaing kembali dengan kekuatan komunisme setelah kehancuran facis, nasionalisme mulai berkembang kembali namun di Negara-negara yang terletak di Asia dan Afrika. Banyak Negara-negara baru yang merdeka dengan ideology nasionalisme. Namun, tetap saja nasionalisme tak bisa menandingi kedua ideology sebelumnya dan berada di urutan ke-3. Oleh karena itu, Negara-negara yang baru merdeka ini yang sedang berkembang disebut Negara Dunia Ke-3. Perang dingin mulai mencair ketika Negara-negara komunisme mulai gagal dengan sistemnya. Selain itu tidak adanya pemimpin yang kuat yang mampu menguasai dan menjalankan komunisme. Akhirnya kapitalisme benar-benar menang melawan komunisme pada saat Negara Uni Soviet yangmenjadi sponsor utama komunisme runtuh pada tahun 1991.

Ideology kapitalisme menguasai dunia sejak akhir abad ke-20 hingga awal abad ke-21. Sistem kapitalisme yang memberi kekuasaan pada pemilik modal menyebabkan ketimpangan kesejahteraan. Ideology lama yang telah tertidur mulai bangun lagi melawan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan kapitalis. Ideology ini adalah teologisme Islam yang melancarkan perlawanan dalam bentuk terror. Tentu Islam yang dimaksud adalah Islam radikal/fundamentalis/ekstrim/garis keras. Kebangunan ideologi Islam sendiri mengambil momentum yang tidak diduga yaitu Revolusi Iran pada tahun 1979. Pada saat itu mahasiswa Iran berdemo menuntut turunnya presiden Syah Reza Pahlevi dan menjadikan negara republik menjadi negara Islam. Revolusi Iran ini semakin kuat dengan pulangnya Ulama paling berpengaruh di Iran dari pembuangan, Ayatullah Ruhullah Ali Khomeini. Khomeini yang merupakan ulama garis keras segera mengerahkan pengaruhnya untuk mendirikan negara Islam Syiah pertama di dunia yang memiliki sifat garis keras yang kuat. Puncak perlawanan teologisme Islam adalah serangan 11 September 2001 terhadap menara kembar WTC New York. Hal ini membuat Presiden Amerika Serikat, George W. Bush menyatakan perang melawan terorisme yang tak lain adalah Islam ekstrim. Hal ini menandakan dimulainya perang ideology kapitalisme melawan ideology Islam.

Februari 19, 2009 - Posted by | sejarah | ,

2 Komentar »

  1. Numpang nimbrung komentar ni mas, trimakasih pengenalan2 ideologinya mas. Bagus, cuma pengen nanya ideologi negara kita gimana ya? Spt nya mas belum jabarin. Ideologi Indonesia katanya se Pancasila (kalo ga salah) mohon pencerahannya mas.

    Komentar oleh copygratis | Februari 19, 2009 | Balas

    • sorry lama banget balesnya. lebih dari setahun malahan.
      Benar. Ideologi kita adalah Pancasila. Pancasila adalah dasar negara, falsafah, dan pandangan hidup bangsa indonesia (lebih lanjut baca buku PPKn tingkat SMA) yang itu semua merupakan ideologi kita. Ideologi kita bisa dikatakan ideologi campuran yaitu teologisme, humanisme, nasionalisme, demokrasi dan sosialisme. namun semuanya itu tidak diterapkan secara penuh. contoh teologisme tidak diterapkan secara penuh karena kita bukanlah negara agama. humanisme tidak diterapkan secara penuh karena negara kita bukan negara sekuler liberal seperti amerika. nasionalisme dijadikan sebagai pemersatu tapi juga masih memperhatikan aspek-aspek dari keragaman ideologi yang lain. demokrasi adalah salah satu alat menyalurkan aspirasi ideologi dan sosialisme adalah untuk kesejahteraan rakyat.

      Komentar oleh ericktristanto | Maret 29, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: