Ericktristanto’s Blog

Just another WordPress.com weblog

PERTUMBUHAN EKONOMI MELALUI UTANG

Saat ini dunia sedang dilanda krisis ekonomi yang sangat hebat. Krisis yang berasal dari negeri kiblat ekonomi yaitu Amerika Serikat itu diprediksi akan mengguncang perekonomian di semua sektor baik financial maupun riil. Perusahaan raksasa macam Lehman Brothers pun sudah kiamat. Banyak lembaga keuangan dunia meramalkan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan merosot termasuk Indonesia.
Lalu bagaimana Indonesia menyikapi hal ini? Kita tahu bahwa pertumbuhan ekonomi adalah perhitungan jumlah konsumsi dari semua sektor berdasarkan pendekatan pengeluaran. Sektor tersebut adalah masyarakat (C), perusahaan (I), pemerintah (G), dan perdagangan luar negeri. Rumusnya:

Y = C + I + G + (X-M)

Jika pertumbuhan ekonomi tersebut akan turun karena krisis ekonomi maka hal itu disebabkan penurunan daya beli masyarakat dan penurunan profitabilitas perusahaan. Sedangkan dari sektor perdagangan luar negeri, kita tak dapat berharap banyak karena volume perdagangan luar negeri kita relative kecil. Jadi tinggal satu sektor yang masih bisa diharapkan yaitu sektor pemerintah.
Pemerintah dapat mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi dengan memperbanyak pengeluaran pemerintah. Mengingat betapa pentingnya pertumbuhan ekonomi sebagai indicator ekonomi makro yang akan dijadikan acuan dalam mengambil kebijakan oleh para pelaku ekonomi baik di dalam maupun di luar negeri.
Memperbanyak pengeluaran pemerintah berarti menerapkan kebijakan deficit anggaran. Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana pemerintah dapat membiayai kebijakan deficit anggaran? Pada umumnya pengeluaran pemerintah dibiayai oleh penerimaan Negara baik yang berasal dari pajak maupun nonpajak seperti ekspor dan utang baik dalam negeri maupun luar negeri.
Pertanyaan selanjutnya adalah adakah pihak-pihak yang mau memberikan utang dalam saat-saat krisis seperti ini? Pihak-pihak yang akan memberi utang akan memperhitungkan return dari dana yang ia utangkan. Pemerintah bisa saja mengeluarkan SUN (Surat Utang Negara) dengan bunga yang tinggi untuk memperoleh suntikan dana. Namun apakah bunga yang tinggi tersebut akan menarik minta kreditur? Atau apakah kita mampu melunasi utang tersebut dengan bunga yang tinggi? Tapi jika tidak menerapkan bunga tinggi kita tidak akan mendapat suntikan dana dan jika tidak ada dana untuk pengeluaran pemerintah maka pertumbuhan ekonomi akan merosot dan indicator ekonomi bagi pelaku ekonomi akan menimbulkan sentiment negative dan bisa menyebabkan penurunan nilai mata uang Indonesia. Jadi bagaimana solusinya?
Kita memang harus memperhitungkan plus minusnya utang Negara. Manfaat dari utang Negara sudah disebutkan tadi bahwa akan mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi, memberi sentiment positif bagi pelaku ekonomi dan menjaga stabilitas perekonomian nasional. Sedangkan sisi kerugiaan kita adalah
– kemampuan kita melunasi utang masih dipertanyakan. Kalau utang pemerintah digunakan untuk kegiatan konsumsi pemerintah/Negara maka utang tersebut akan sulit terbayar karena tidak ada return
– dalam ekonomi politik, utang memerlukan jaminan yang sepadan. Kreditur/pemberi utang akan meminta jaminan yang tinggi dalam masa-masa krisis ini untuk mencegah terjadinya default/gagal bayar. Jaminan tersebut dapat berupa asset Negara atau sumber-sumber kekayaan alam kita
– tingginya bunga juga menyebabkab tingkat risiko defaultnya tinggi karena tidak ada pemasukan yang dapat menyeimbangi pengeluaran.
– Pertumbuhan ekonomi yang stabil tidak menjamin para pelaku ekonomi untuk berspekulasi khususnya para pelaku financial. Sedangkan bagi para pelaku riil, indicator ekonomi relative tidak memiliki pengaruh yang kuat.

Beban utang yang tinggi juga akan diwariskan kepada anak cucu kita di generasi yang akan datang. Oleh karena itu, jika kebijakan utang yang diambil oleh pemerintah maka kebijakan tersebut harus efektif dan dioptimalkan penggunaannya. Diharapkan utang tersebut tidak digunakan untuk kegiatan konsumsi pemerintah tapi kegiatan produksi yang returnnya jauh lebih besar dari nilai utangnya sehingga generasi yang akan datang mampu melunasi utang Negara kita.

Maret 15, 2009 - Posted by | ekonomi | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: