Ericktristanto’s Blog

Just another WordPress.com weblog

GEJOLAK TIMUR TENGAH

Timur Tengah adalah kawasan pertemuan antara Asia Barat Daya dengan Afrika Timur Laut. Dikatakan Timur karena memang berada di sebelah Timur garis Greenwich yang membelah bumi dari Utara ke Selatan. Dikatakan Tengah karena jika peta dunia dibentangkan dengan batas tepian garis Greenwich maka kawasan ini berada tepat di tengah-tengah dunia. Selain itu, kawasan diapit oleh 3 benua yaitu Asia, Afrika dan Eropa di Barat Laut. Adapun negara-negara yang terletak di kawasan Timur Tengah adalah Turki, Iran, Irak, Syria, Israel, Yordania, Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Yaman, Oman, Uni Emirat Arab, Kuwait, Mesir, Sudan, Libya, Lebanon, Afganistan, Tunisia, Aljazair, Maroko, Mauritania, Somalia, dan Siprus. Jadi ada 23 negara termasuk di dalamnya, 4 negara di antaranya yaitu Israel, Iran, Siprus, dan Turki adalah negara-negara Timur Tengah bukan Arab.
Dilihat secara geografis, kawasan ini adalah kawasan yang sangat strategis kedudukannya, kawasan ini menghubungkan tiga benua, Asia-Afrika-Eropa. Dengan demikian juga menguasai lalu lintas antara ketiga benua tersebut. Kawasan Timur Tengah ini juga memiliki kekayaan yang amat besar, cadangan minyak bumi yang dimilikinya adalah dua pertiga cadangan minyak dunia, karena kekayaan itu maka pengaruhnya terhadap negara-negara industri di Eropa cukup besar. Dalam memperjuangkan aspirasi politiknya, negara-negara penghasil minyak ini dapat menggunakan minyak sebagai senjata. Ini berarti, negara-negara Timur Tengah, khususnya penghasil minyak mempunyai pengaruh politik terhadap negara-negara industri di Eropa.
Sementara itu, dengan meningkatnya konflik antara negara-negara tertentu maka kekuatan persenjataan pun ditingkatkan. Penggunaan senjata-senjata mutakhir yang diperoleh dari negara-negara adikuasa menyebabkan kawasan ini mempunyai kekuatan militer yang harus diperhitungkan, selain kekuatan ekonomi dan peranan politik. Kawasan yang cukup kaya ini, ternyata memiliki kelemahan yang mencolok. Kawasan Timur Tengah bukan merupakan satu kekuatan yang bulat. Mereka bahkan terpecah-belah, saling mencurigai, kekuatan yang mereka miliki terutama bukan untuk memperkuat posisinya dalam dalam percaturan politik di dunia, melainkan dipergunakan dalam pertentangan dan adu kekuatan antarsesama mereka sendiri.
Timur Tengah khususnya dunia Arab, bukanlah merupakan suatu kekuatan yang kokoh melainkan kekuatan yang terpecah belah. Mereka terbagi-bagi dalam pihak-pihak yang bersaingan, yang sesungguhnya sangat merugikan mereka sendiri. Persaingan dan permusuhan ini disebabkan faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal karena perbedaan kepentingan atau perebutan pengaruh karena masalah kepemimpinan. Faktor eksternal karena terlibatnya negara-negara adikuasa dalam usaha memperluas pengaruhnya di kawasan ini. Mereka itu terpecah dalam dua pihak yang saling berlawanan yaitu yang:
– Pro Barat dan yang anti Barat
– Pro Uni Soviet dan yang anti komunis
– Revolusioner dan yang konservatif
– Kaya dan yang miskin
– Bersikap radikal dalam menghadapi Israel dan yang agak moderat
Semua perbedaan itu melahirkan masalah yang sulit didamaikan bahkan melahirkan konflik bersenjata. Demikianlah lahir sengketa Arab-Israel yang melahirkan masalah Palestina, sengketa antara berbagai kelompok di Lebanon, sengketa Irak-Iran, konflik politik antara negara-negara Arab penganut garis keras dan yang bersikap agak lunak dan sebagainya. Akibatnya semua ini maka Timur Tengah senantiasa bergolak dan menyita perhatian dunia internasional selama bertahun-tahun. Persengketaan bertambah parah dengan adanya perlombaan persenjataan di antara mereka. Kondisi yang sangat mengawatirkan ini didukung tersedianya dana yang cukup karena mereka kaya akan minyak dan besarnya minat negara besar tertentu untuk menjual senjata atau bahkan memberikan bantuan senjata-senjata mutakhir, bagi negara-negara Arab yang berpihak kepadanya.
Permasalahan regional di Timur Tengah di bidang politik antara lain:
– Masalah Israel dan Palestina
– Kesalahpahaman Sunni dan Syi’ah
– Masalah Arab dan NonArab
– Penempatan pasukan Amerika Serikat
– Perlakuan tidak adil Barat terhadap Libya, Iran, Irak, Syria dan Aljazair
– Masalah minyak dan penguasaannya
– Perbatasan negara
– Masalah alih teknologi senjata canggih
– Pertentangan antara pihak yang membantu suku Kurdi dan pemeluk Syi’ah yang kontra terhadap kepemimpinan Saddam Hussein
Konflik-konflik bersenjata yang pernah terjadi di Timur Tengah antara lain:
– Pergolakan di Lebanon
– Perang Intifadah kemerdekaan Palestina dari Israel
– Perang Teluk I, II, III
– Pemberontakan Suku Kurdi di Irak
– Revolusi Iran
– Perang Terusan Suez
– Perang Mesir dan Israel
– Perang Yom Kippur
– Perang Liga Arab dan Israel tahun 1948-1949
– Perang Afganistan
– Perang Saudara Afganistan

Sejarah negara-negara Arab dimulai bersamaan dengan pencerahan oleh Muhammad dari jaman Jahilliyah. Jadi dapat dikatakan yang masih mampu menjaga toleransi di antara negara-negara Timur Tengah adalah Islam. Tak bisa disanggah adalah peran Islam sebagai agama pemersatu bangsa Arab yang dominan di Timur Tengah. Walaupun juga tidak dapat disanggah pula ada aliran-aliran yang berbeda dalam agama Islam (Sunni dan Syiah). Ada beberapa ulama baik dari Syiah maupun Sunni yang masih didengar nasihat dan fatwanya walaupun ada juga ulama-ulama garis keras yang menyerukan perlawanan. Seruan-seruan ulama garis keras inilah yang melahirkan banyaknya organisasi Islam radikal dan revolusioner. Sebut saja Hamas di palestina, Hizbullah di Lebanon dan Ikhwanul Muslimin di Mesir.
Pergolakan di tanah Arab dimulai di permulaan abad ke-12 di mana kekhalifan terakhir di Mesir yaitu Fatimiyah dihancurkan oleh Dinasti Islam lainnya yaitu Ayyubiyyah. Kemudian dinasti Ayyubiyyah ini memimpin perlawanan terhadap kaum Kristiani Eropa selama Perang Salib. Perang Salib adalah momentum di mana seluruh bangsa Arab bersatu padu melawan kekuatan dari luar. Sebelum Ayyubiyyah memimpin perang dari pihak muslim, pasukan Islam dipimpin oleh bangsa Turki Seljuk. Dalam jedah-jedah Perang Salib Ayyubiyyah dan Seljuk terlibat dalam perang dingin memperebutkan pengaruh, hegemoni dan kekuasaan. Namun Seljuk tidak memiliki pemimpin yang lebih besar dari yang dimiliki Ayyubiyyah sehingga Ayyubiyyah secara perlahan menang atas persaingan tersebut. Setelah Perang Salib berakhir dan wafatnya pemimpin besar Ayyubiyyah yaitu Shalahadin al-Ayyubi atau Sultan Saladin maka pengaruhnya mulai merosot dan digantikan oleh dinasti Mamluk (Mameluk) yang juga berasal dari Mesir. Dinasti ini bertahan sampai abad ke-16 sebelum ditaklukan oleh Kerajaan Turki Ustmani.
Di bawah kekuasaan Turki Ustmani inilah dunia Arab mencapai puncak kejayaannya. Di masa pemerintahan Sultan Muhammad II (Mehmet II), Turki Ustmani meruntuhkan kerajaan Byzantium yang sudah berdiri selama lebih dari satu milenium atau 1000 tahun. Pasukan Janisari-nya merebut kota Konstantinopel, Ibukota Byzantium, dan mengganti namanya menjadi Istambul. Wilayah kekuasaan Turki Ustmani meliputi seluruh Afrika Utara sampai pesisir Samudera Atlantik, seluruh jazirah Arab, sebagian semenanjung Balkan sampai perbatasan India. Setelah Dinasti Turki Ustmani ini meredup karena tidak ada pemimpin yang mempunyai pengruh kuat maka lambat laun daerah-daerahnya mulai memerdekakan diri. Sampai dinasti ini berakhir karena revolusi nasional yang dipimpin oleh Mustafa Kemal Attaturk luasnya jauh lebih kecil dari luas ketika masa kejayaannya. Begitu pula sorotan dunia tidak lagi kepada daerah Timur Tengah karena perkembangan Eropa yang mulai nampak dari masa Renaisans sampai Revolusi Industri hingga terjadinya Perang Dunia I dan II.
Timur Tengah mulai menjadi sorotan lagi di abad ke-20 di mana setelah perang dunia Inggris menciptakan negara Israel. Pembentukan negara Israel ini ditentang habis-habisan oleh negara-negara Arab. Negara Israel ini memicu terbentuknya organisasi pembebasan Palestina yang bersifat radikal yaitu PLO (Palestine Liberation Organization). Mulai dari pembentukan inilah yang memrangsang gejolak di Timur Tengah. Mulai dari Perang Liga Arab-Israel, Perang Sinai, Perang Yom Kippur dan Perang Intifadah.
Kekuatan radikal bertambah kuat dengan adanya revolusi Iran yang mengganti Iran menjadi negara Islam. Di bawah pimpinan Ayatullah Rohullah Khomaini, Iran menjadi kekuatan yang disegani. Sedangkan tetangga Iran mulai membangun kekuatan militernya di bawah Presiden Saddam Hussein untuk menguasai Timur Tengah. Saddam Hussein memiliki saingan berat dalam menguasai Timur Tengah yaitu Presiden Libya Kolonel Muammar Khadafi. Tak dapat disanggah lagi bahwa rivalitas mereka sudah menjadi rahasia umum. Di Lebanon terjadi konflik agama di mana Kristen berhadapan dengan Islam. Pembagian kekuasaan antara Kristen dan Islam tak memuaskan salah satu pihak yang merupakan mayoritas. Di sebelah Timur, Afganistan berjuang keras melawan kekuatan komunis Uni Soviet yang merangsek ke wilayahnya. Walaupun Uni Soviet menarik mundur pasukannya tetapi peninggalan Uni Soviet tersebut meninggalkan perang saudara yang berkecamuk. Pergolakan terakhir di Timur Tengah pada abad ke-21 ini adalah invasi pasukan Amerika ke Afganistan dan Irak dalam rangka Perang Melawan Terorisme. Yang tentu saja ada tendensi lain selain memerangi terorisme melihat kekayaan alam yang begitu banyak di Timur Tengah.

Agustus 7, 2009 - Posted by | politik, sejarah | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: