Ericktristanto’s Blog

Just another WordPress.com weblog

6 SUTRADARA G 30 S/GESTAPU/GESTOK

Kita tahu banyak spekulasi tentang siapa orang dibalik tragedi paling berdarah di Indonesia ini. Versi resmi pemerintah Orde Baru menyatakan Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai dalangnya. Namun setelah reformasi menggulingkan Orde Baru penulisan sejarah tentang peristiwa ini mengalami rekonstruksi. Banyak sumber yang sekarang mulai digali kembali dan sumber-sumber pemerintah mulai diselidiki kebenarannya. Berdasarkan perkembangan penulisan sejarah versi terbaru berkembang beberapa catatan tentang siapa orang dibalik G 30 S/Gestapu/Gestok. Sedikitnya ada 6 teori yang menyatakan bahwa dalang di balik tragedi ini ada 6 pihak dan akan kita coba ulas dalam tulisan ini.
Pertama dan yang paling diyakini serta telah divoniskan oleh Orde Baru adalah PKI. Mengapa PKI? Ada beberapa hal yang menguatkan keterlibatan PKI. (1) Bukti-bukti formal mengarah ke PKI antara lain: lokasi penemuan jenazah 7 pahlawan revolusi terletak di Lubang Buaya yang merupakan basis PKI dan keterangan serta kesaksian para pelaku di pengadilan. (2) Motif PKI untuk meraih kekuasaan sebelum didahului oleh TNI Angkatan Darat setelah Presiden Soekarno mangkat. (3) Sejarah kelam PKI yang sebelumnya sudah dua kali berusaha merebut kekuasaan pemerintah yaitu tahun 1928 dan Peristiwa Madiun 1948. (4) Kecenderungan Indonesia yang dekat dengan Cina yang berarti menguatkan PKI di mata internasional. (5) Kekuatan Indonesia yang melemah karena dikerahkan untuk gerakan “Ganyang Malaysia”. Motivasi PKI untuk melakukan gerakan ini adalah karena PKI telah merasa cukup kuat posisinya. Hal ini disebabkan oleh dua hal yaitu PKI merupakan partai empat besar pemenang pemilu 1955 dan memiliki mesin politik yang kuat bahkan telah menempatkan orang-orang PKI di organisasi-organisasi lainnya yang menjadi lawannya termasuk TNI Angkatan Darat.
Kedua adalah Cina komunis. Mengapa Cina terlibat? Selama ini Cina tidak pernah disebut sama sekali sebagai dalang G 30 S. Ada beberapa hal yang menyebabkan saya mencantumkannya sebagai salah satu suspect aktor G 30 S. (1) Cina melihat bahwa kedudukan PKI di Indonesia sudah kuat sehingga sudah waktunya untuk mengambil kekuasaan sama seperti halnya komunis mengambil alih kekuasaan pemerintah Cina. (2) Cina membutuhkan dukungan Indonesia untuk berpolitik di pentas internasional karena umur Cina relatif muda seperti Indonesia. (3) Cina ingin menyaingi komunis Soviet yang sangat besar untuk menjadi salah satu negara adikuasa. (4) Kedekatan Cina dan Indonesia dalam melawan kapitalisme Amerika. Cina masih belum puas jika Soekarno masih didekati oleh orang-orang dekatnya dari TNI Angkatan Darat yang antikomunis. Modus keterlibatan Cina adalah berupa bantuan senjata, dana dan iklim politik terhadap gerakan ini. Selain itu dengan mengundang sejumlah besar pejabat tinggi Indonesia untuk merayakan hari ulang tahun Cina tanggal 1 Oktober 1965 agar terjadi kekosongan kekuasaan di Indonesia sehingga gerakan ini dapat berjalan lancar. Lalu mengapa tidak dijadikan dalam satu aktor saja yaitu PKI karena mungkin saja PKI bergerak atas petunjuk Cina. Jawabannya adalah bisa ya bisa tidak. Ya karena ada korelasi dan interaksi antara komunis Cina dan komunis Indonesia. Tidak, karena saat itu para pimpinan puncak PKI seperti D.N. Aidit adalah seorang komunis lulusan Moskwa sehingga mungkin saja ia ingin kiblatkan Indonesia ke Soviet bukan ke Cina. Selain itu, orang-orang Cina kurang akomadtif dengan PKI yang memiliki basis massa petani dan buruh. Orang-orang Cina di Indonesia adalah orang-orang Cina yang tidak berpaham komunis melainkan kapitali yang melarikan diri dari pemerintah Cina. Secara tidak sadar komunis Indonesia sedang bersaing dengan komunis Cina. Di bawah pemerintahan Soekarno dengan politik luar negeri “Mercusuar” ingin menjadikan Indonesia sebagai pemimpin dunia. Demikian pula Cina ingin melepaskan cengkeramannya dari komunis Soviet sehingga kebijakan luarnegerinya berusaha lebih superior dan dengan demikian akan saling bertentangan dengan kebijakan luar negeri Indonesia walaupun sama-sama antikapitalisme Amerika.
Ketiga adalah Soekarno. Mengapa Soekarno ikut terlibat dalam gerakan ini? Bukankah itu berarti ia mengudeta dirinya sendiri? Tetapi mungkin saja Soekarno membuat skenario kudeta terhadap dirinya agar memperoleh simpati dari rakyat dan menghukum musuh-musuh politiknya yang dituduh ikut terlibat dalam gerakan kudeta tersebut. Skenario pertama adalah Soekarno ingin menyingkirkan perwira-perwira tinggi TNI Angakatan Darat yang berseberangan dengan dia karena ketidaksetujuan mereka terhadap ajaran NASAKOM (Nasionalis, Agama, Komunis)yang mengikutkan komunis sebagai bagian dari ajaran bangsa. Skenario kedua adalah Soekarno memang ingin membersihkan bangsa dan negara Indonesia dari komunis. Skenario yang kedua ini memang sangat sulit dibuktikan mengingat banyak sekali orang di lingkaran dekat Soekarno yang berafiliasi dengan komunis. Bahkan jajaran kabinetnya dipenuhi dengan orang-orang PKI. Namun, mau tidak mau Soekarno haru mengambil keputusan terhadap desakan kaum nasionalis dan agama yang didukung TNI untuk memberangus komunis. PNI sendiri yang merupakan partai bentukan Soekarno sudah jauh-jauh hariu berseberangan dengan PKI. Soekarno bisa saja beralasan tidak bisa menghalangi komunisme karena massanya yang sangat besar yang menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Namun, tindakan-tindakan provokatif dan subversif PKI membuat rakyat Indonesia menjai antipati terhadap komunis. Oleh karena itu, Soekarno harus mengambil keputusan. Bukti selanjutnya adalah keberadaan Soekarno di Bandara Halim Perdanakusuma bersama salah satu aktor G 30 S, Brigjen Soeparjo. Setelah pemberitauan Brigjen Soeparjo kepada Soekarno bahwa telah ada gerakan mengambil Dewan Jenderal, Soekarno tidak mengambil sikap yang tegas untuk memberantas gerakan ini.
Keempat adalah Soeharto. Isu keterlibatan Soeharto mulai mencuat setelah ia berhasil digulingkan dari kekuasaannya. Beberapa bukti yang menguatkan keterlibatannya bahkan menjadi dalangnya adalah (1) pengakuan Kolonel A. Latief bahwa ia sudah dua kali memberitahukan kepada Soeharto tentang rencana penindakan terhadap sejumlah jenderal namun Soeharto tidak mengambil inisiatif melapor kepada atasannya dan malah diam serta manggut-manggut. (2) Soeharto tidak termasuk sasaran gerakan kudeta ini mengingat ia adalah salah satu perwira tinggi TNI Angkatan Darat dengan fungsi komando di bawah Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal A. Yani dan strategisnya posisi Kostrad apabila negara dalam bahaya. (3) Hubungan emosional yang cukup dan amat dekat Soeharto dengan para pelaku G 30 S/Gestapu/Gestok yakni Letkol Untung dan Kolonel Latief. Sedangkan Sjam Kamaruzaman termasuk kolega Soehato di tahun-tahun sesudah Proklamasi. (4) Pernyataan istri Soekarno Ratna Sari Dewi yang bersifat subjektif jadi tak bisa dipakai sebagai bukti bahwa sejak pagi 1 Oktober Soeharto sudah mempropaganda bahwa pelakunya adalah PKI. Sepertinya Soeharto sudah tahu semua, seakan telah direncanakan. Bagaimana ia bisa segera menguasai Indonesia? Harus diingat, sistem komunikasi saat itu belum seperti sekarang. Teleponnya belum lancar dan tak ada yang punya telepon genggam. Bagaimana Soeharto bisa memecahkan masalah yang terjadi pada malam 30 September dan segera bertindak? Begitu cepat. Kalau belum tahu rencana G 30 S, ia tidak mungkin bisa melakukannya. (5) Hubungan konflik antara Soeharto dengan para korban G 30 S. Soeharto yang lebih senior ternyata ditempatkan di bawah Jenderal A. Yani yang menjadi atasannya sebagai Panglima Angkatan Bersenjata yang membawahi Panglima Komando Strategi Angkatan Darat. Sedangkan, Letjen Soeprapto, Letjen S. Parman, Letjen Harjono M. T., Mayjen Soetojo dan Mayjen D.I. Panjaitan pernah mengadili Soeharto dalam kejahatannya menyelundupkan barang-barang milik negara saat ia menjadi Komandan Divisi Diponegoro.
Kelima adalah TNI Angkatan Darat. Mengapa TNI AD melakukan gerakan berdarah ini. Jawabannya bukan untuk mengambil alih kekuasaan melainkan untuk menyelamatkan Soekarno dari upaya-upaya buruk pimpinan TNI AD. Hal ini menunjukkan adanya konflik internal di dalam tubuh TNI AD. Gerakan TNI AD ini bukan dilakukan oleh pimpinan TNI AD melainkan perwira menengah yang berarti tindakan ini tidak dapat mengatasnamakan gerakan TNI AD. Hal-hal yang menguatkan keterlibatan perwira menengah AD adalah (1) pernyataan pelaku gerakan Kolonel Latief bahwa ia hanya ingin menghadapkan Dewan Jenderal kepada Soekarno. Lalu mengapa korban G 30 S malah dibunuh? Hal ini dikarenakan instruksi Sjam Kamaruzaman bila mengalami kesulitan menghadapi para jenderal, diambil hidup atau mati. Mengapa perwira TNI AD mematuhi perintah Sjam yang merupakan orang PKI? Bukankah ini berarti dalang gerakan ini adalah PKI dan bukan perwira menengah TNI AD? Tidak dapat dipungkiri bahwa PKI juga menyusup ke tubuh TNI AD. Namun, PKI tidak memiliki daya untuk mengontrol perwira menengah ini walaupun PKI bisa saja mendoktrinasi mereka. Jangan lupa bahwa doktrin nasionalisme dalam sekolah-sekolah miiter juga sangat kuat sehingga tidak serta merta doktrinasi komunis dapat berhasil terhadap para perwira menengah ini. Selain itu, perwira menengah TNI AD ini sudah merencanakan gerakan ini jauh sebelum PKI bergabung ke dalam tubuh TNI. Sjam sendiri baru bergabung setelah diberi informasi bahwa ada sebagian perwira menengah yang tidak puas dengan pimpinan TNI AD. Sjam masuk melalui Mayor Udara Sujono yang memperkenalkannya kepada Letkol Untung. (2) Daftar Dewan Revolusi yang disusun dan ditetapkan serta diumumkan oleh Letkol Untung setelah gerakan berhasil menguasai RRI ternyata tidak satu pun memasukkan nama pimpinan PKI. Yang ada adalah wakil komunis yang hanya satu yaitu Tjugito. (3) Pernyataan Letkol Untung bahwa G 30 S adalah gerakan militer dalam tubuh Angkatan Darat yang murni dan internal Angkatan Darat.
Keenam adalah Central Inteligence Ageny (CIA) Amerika Serikat. Alasan-alasan keterlibatan CIA tidak lepas dengan masalah politik internasional yang saat itu sedang terjadi Perang Dingin antara Kapitalisme Amerika dengan Komunisme Uni Soviet. Amerika berkepentingan untuk melepaskan Indonesia dari cengkeraman komunis karena posisinya yang strategis. Bukti yang menguatkan ketelibatan Amerika melalui CIA adalah (1) adanya Dokumen Gilchrist. Memang bisa saja dokumen tersebut palsu dan hasil propaganda PKI namun mengingat tempat ditemukannya adalah di sebuah vila milik agen CIA maka keterlibatan CIA perlu dikaji. (2) Laporan Dubes pada 1964 “bahwa Indonesia akan jatuh ke tangan Barat seperti apel busuk. Dinas Rahasia Barat akan mempersiapkan suatu kup komunis pra dini/prematur yang akan memberi peluang dan legitimasi bahi militer untuk menumpas PKI dan menjadikan Soekarno sebagai tahanan militer. (3) Perkembangan politik Internasional dengan kekalahan Amerika di Perang Vietnam yang berarti jatuhnya Vietnam ke tangan komunis akan menimbulkan efek domino atau ikut jatuhnya negara-negara di kawasan Asia Tenggara ke tangan komunis.

Agustus 8, 2009 - Posted by | politik, sejarah | , , , , , , , , ,

2 Komentar »

  1. KAPANKAH kasus ini akan selesai?
    kpan pula sejarah indonesia akan trluruskan dg sbenar2nya???

    Komentar oleh Arum | April 9, 2012 | Balas

    • kok saya yakin kasus ini tidak pernah selesai karena beberapa hal
      1. rekonstruksi sejarahnya sudah dikaburkan terlalu lama
      2. pelaku sejarahnya semakin sedikit (banyak berkurang karena meninggal)
      3. peristiwa ini tidak hanya melibatkan 1-2 kepentingan tetapi sangat banyak kepentingan

      Komentar oleh ericktristanto | April 30, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: