Ericktristanto’s Blog

Just another WordPress.com weblog

POST-ROMAN EUROPE HISTORY (SEJARAH PERPINDAHAN BANGSA-BANGSA EROPA)

Sejarah Eropa dibagi menjadi 5 tahap yaitu:
a. Ancient Period (Jaman Kuno), dimulai sejak adanya peradaban Eropa sampai runtuhnya kerajaan Romawi Barat (4000 SM – 476 M). Bangsa Yunani dan bangsa Romawi memegang peranan utama pada jaman ini; peradaban mereka disebutkan sebagai peradaban kuno (Classical Civilization)
b. Medieval Ages (Jaman Pertengahan), dimulai sejak keruntuhan Romawi Barat sampai lahirnya masa Renaissanse (sekitar 476 – 1500 M). Pada jaman ini bangsa Eropa memperoleh warna peradaban dengan berkembangnya agama Nasrani (Katolik). Bangsa-bangsa Barat setelah berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain, mulai menetap di negara-negara seperti yang kita ketahui sekarang.
c. Modern Period (Jaman Baru), dimulai sejak jaman Renaissanse sampai terjadinya Revolusi Prancis (sekitar 1500 – 1789 M). Pada jaman ini pengetahuan bangsa Barat maju dengan pesat dan mereka mulai mengadakan penjelajahan dunia. Akhirnya mereka menjadi penguasa dunia baik dalam bidang politik, ekonomi, maupun kebudayaan
d. Jaman Terbaru, dimulai sejak Revolusi Prancis sampai Perang Dunia II (1789 – 1945). Pada jaman ini berkembang kolonialisme dan imperialisme.
e. New Ages, dimulai dari Perang Dunia II sampai saat ini. Jaman ini ditandai dengan penegakan Hak Asasi Manusia dan demokrasi serta tatanan dunia yang lebih adil.

Saat ini kita akan membahas sejarah Eropa pada masa-masa transisi dari Ancient Period ke Medieval Period. Masa-masa ini ditandai dengan runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat sampai dengan masa yang disebut sebagai Jaman Perpindahan Bangsa-bangsa.
Sebelumnya kita akan melihat keruntuhan Romawi Barat. Pada masa pemerintahan Diocletian pada tahun (284-305) secara administrasi dia membagi Kekaisaran Romawi menjadi 2 yaitu Romawi Barat yang berpusat di Roma dan Romawi Timur yang berpusat di Constantinople. Kemudian perubahan paling drastis adalah yang dilakukan oleh Kaisar Constantine pada tahun 330 yang memindahkan ibukota Kekaisaran Romawi dari Roma ke Constantinople. Perpecahan Kekaisaran Romawi dikukuhkan oleh Kaisar Theodosius I yang membagi Romawi mejadi 2 untuk kedua anaknya pada tahun 395. Romawi Barat dengan ibukotanya Roma diberikan kepada Honorius yang kemudian memindahkan ibukotanya ke Ravenna. Sedangkan Romawi Timur diberikan kepada Arcadius dengan ibukotanya Constantinople.
Setelah Romawi terbagi dua kekuatan militernya pun juga berkurang sehingga suku-suku yang berada di luar wilayah kekuasaan Romawi mulai merangsek masuk ke wilayah Romawi. Suku-suku yang paling kuat berasal dari daerah Jerman. Serangan-serangan secara periodik ke wilayah Romawi khususnya Romawi Barat sehingga menyebabkan runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat ini disebut sebagai Jaman Perpindahan Bangsa-bangsa. Suku-suku yang menyerang Romawi Barat disebut sebagai Suku-suku Jerman yang antara lain terdiri dari:

– Alamanni
– Alans
– Angles
– Avars
– Bulgars
– Burgundians
– Franks
– Frisians
– Gepids
– Huns
– Jutes
– Lombards
– Magyar
– Ostrogoths
– Saxons
– Slavic
– Suebi
– Vandals
– Viking
– Visigoths

Suku Alans
Perpindahan Bangsa-Bangsa ini pada awal mulanya disebabkan oleh invasi suku Huns yang berasal dari daerah Asia Tengah di bawah pimpinan Balamber. Dampak dari serangan suku Huns ini pertama-tama dirasakan oleh suku Alans yang berdiam di sekitar sungai Volga di sebelah utara Laut Hitam. Serangan ini terjadi pada tahun 370. Adanya serangan tersebut membuat sebagian suku Alans bermigrasi ke arah Barat yaitu wilayah Gaul/Galia dan sebagian lagi bergabung dengan suku Huns. Di Gaul suku Alans terpecah lagi. Sebagian dibawah pimpinan Respendial bergabung dengan suku Vandals dan Suebi mereka menyerang wilayah Romawi Barat tersebut dan membagi daerah tersebut di antara mereka dan sebagian lagi di bawah pimpinan Goar bergabung dengan Romawi dan penerus Goar, Sangiban, membentuk aliansi dengan suku Burgundians dengan rajanya Gundaharius untuk berperang melawan Attila dari suku Huns di pertempuran Chalon tahun 451. Alans yang dipimpin oleh Respendial bergerak ke selatan ke semenanjung Iberia bersama suku Vandals dan Suebi. Alans menempati provinsi Lusitania dan Carthaginiensis, Vandals menempati Baetica dan Suebi menempati Gallaecia. Ketika terjadi perang dengan suku Visigoths pada tahun 418, raja Alans, Attaces, tewas dan suku Alans memberikan tahta raja Alans kepada raja suku Vandals, Gunderic. Akhirnya di bawah kepemimpinan raja Vandals, kedua suku bermigrasi ke Afrika Utara pada tahun 429.

Suku Huns
Suku Huns dan Alans melanjutkan kampanye serangan mereka ke suku Ostrogoths pada tahun 376 di wilayah Jerman Timur. Pada saat itu Ostrogoths dipimpin oleh Ermanaric yang tewas dalam serangan Huns dan digantikan oleh keponakannya Vithimiris yang juga tewas dalam pertempuran melawan Huns di tahun 376. Penggantinya adalah putranya, Viderichus yang masih kanak-kanak sehingga pemerintahannya dijalankan oleh Alatheus dan Saphrax. Akibat serangan Huns tersebut Ostrogoths bermigrasi ke wilayah Romawi Timur yaitu di semenanjung Balkan. Selanjutnya Huns sampai pada wilayah suku Visigoths yang dipimpin oleh Athanaric di sebelah Utara Laut Hitam. Visigoths mundur ke daerah Carpathians. Pemimpin lain Visigoths, Fritigern memohon kepada Kaisar Romawi, Valens untuk tinggal sebagai pengungsi dari suku Huns di Balkan. Pada tahun 395 Huns memulai serangan besar-besaran terhadap Romawi Timur. Pada tahun 405 Huns terbelah menjadi 2 kelompok. Pertama dipimpin oleh Radagaisus yang ingin mempertahankan pekerjaan mereka sebagai kaum perang. Kedua dipimpin oleh Uldin yang mulai bekerja sebagai pedagang. Radagaisus bersama suku Vandals, Suebi dan Alans pergi ke wilayah Gaul/Galia tahun 406. Uldin yang dibantu oleh pasukan Romawi Timur mengalahkan Radagaisus dalam mempertahankan Italia dan mengalahkan pemberontak Goths yang dipimpin oleh Gainas. Tahun 408 Uldin mulai memberontak
kepada Romawi Timur. Namun banyak pasukannya yang memberontak karena dibeli oleh Kaisar Romawi Timur. Kini kepemimpinan Huns berada di tangan Attila. Tahun 447 Huns memulai serangan ke Romawi Timur dan berakhir tahun 449 dengan penandantanganan Perdamaian Anatolius Ketiga. Selama ini Huns berdampingan dengan Romawi Barat karena mereka menjalin hubungan dengan Jenderal Flavius Aetius. Namun hubungan ini berubah pada tahun 450 ketika Honoria, saudari Kaisar Romawi Barat meminta pertolongan ke Attila dari ancaman senator dengan mengirimkan sebuah cincin. Tahun 451 Huns menyerang Gaul/Galia bersama dengan Franks, Goths, dan Burgundians kemudian mengepung Orleans. Romawi Barat di bawah Jenderal Flavius Aetius bergabung dengan suku Franks yang lain dan Visigoths di bawah pimpinan Theodoric menggempur suku Huns dalam Pertempuran Chalons. Huns mengalami kekalahan. Tak lama kemudian tahun 453 Attila meninggal dan digantikan oleh anaknya Ellak. Tahun 454 Huns digempur lagi oleh Ostrogoths dan Gepids yang dipimpin Theodemir pada Pertempuran Nedao sehingga hancurlah kekuatan Huns dan mengalami kemunduran. Huns kembali ke daerah di sebelah Utara Laut Hitam

Suku Ostrogoths
Setelah pada tahun 376 Ostrogoths bermigrasi ke Balkan, Ostrogoths menjadi bagian dari Huns. Namun setelah mempersiapkan kekuatan, Ostrogoths bangkit melawan Huns dipimpin oleh Theodemir di Pertempuran Nedao tahun 454 dan menghabisi kekuatan suku Huns. Putra Theodemir, Theodoric the Great yang selama ini dikarantina di Constantinople, dibebaskan tahun 488 oleh Kaisar Byzantine, Zeno, untuk merebut Italia dari Panglima Perang suku Jerman Odoakar. Tahun 493 Theodoric the Great menguasai Ravenna dan membunuh Odoakar. Di bawah Theodoric, Ostrogoths membangun kerajaan yang meliputi Italia, Sicilia dan Dalmatia. Mereka juga membangun hubungan baik dengan saudara lamanya, Visigoths. Kekuatan Ostrogoths mulai dipertimbangkan oleh Byzantine sehingga membentuk koalisi dengan suku Franks yang dipimpin oleh Clovis I. Setelah Visigoths kehilangan rajanya, Alaric II pada Pertempuran Vouille tahun 507 melawan Franks maka wilayah Visigoths jatuh ke tangan Theodoric the Great. Ostrogoths mengalami puncak kejayaan dalam masa kepemimpinan Theodoric the Great. Setelah wafatnya Theodoric the Great tahun 526, Visigoths dan Ostrogoths berpisah lagi. Visigoths dipimpin oleh Amalaric dan Ostrogoths dipimpin oleh cucu Theodoric the Great, Athalaric yang kemudian direbut oleh pamannya Theodahad. Konflik ini membuat Ostrogoths lemah sehingga dimanfaatkan oleh Kaisar Justinian I dari Byzantine untuk menyerang. Tahun 535 di bawah Panglima Belisarius pasukan Byzantine menyerang Ostrogoths. Byzantine berhasil merebut Roma dan Milan kemudian tahun 540 ibukota Ostrogoths, Ravenna dapat direbut. Ostrogoths kembali ke daerah Austria Selatan

Suku Visigoths
Setelah menjadi pengungsi di Dacia akibat serangan Huns tahun 376, di bawah pimpinan Fritigern membangun kekuatan Visigoths. Tahun 378 Visigoths menyerang Kaisar Romawi Valens dan menewaskannya di Pertempuran Adrianople. Sampai tahun 395 Visigoths dan Romawi berdamai. Tahun 408 Honorius memicu peperangan dengan membantai 30.000 keluarga barbarians. Alaric I raja suku Visigoths menyatakan perang. Tahun 410 Alaric I berhasil menguasai kota Roma sehingga ibukota Romawi dipindah ke Ravenna. Sebelumnya tahun 409, kaisar Honorius meminta bantuan Visigoths untuk mengimbangi suku Vandals, Suebi dan Alans di semananjung Iberia atau Hispania. Akhirnya Visigoths menguasai semenanjung Iberia. Visigoths memperkuat diri untuk melepaskan diri dari Romawi. Tahun 475 di bawah raja Euric, Visigoths dapat mendirikan kerajaannya sendiri. Sampai pada tahun 507 kerajaan Visigoths diruntuhkan oleh suku Franks di bawah pimpinan Clovis I dalam Pertempuran Vouille. Raja Visigoths, Alaric II terbunuh dalam pertempuran itu. Penggantinya adalah Amalaric yang masih kecil sehingga secara de facto Visigoths berada di bawah kepemimpinan Theodoric the Great dari Ostrogoths. Tahun 554 Visigoths berhasil merebut daerah dari suku Suebi di Barat Laut semenanjung Iberia. Kerajaan Visigoths bertahan sampai tahun 711 ketika raja terakhirnya Roderic (Rodrigo) terbunuh dalam Pertempuran Guadalete melawan pasukan Muslim Umayah.

Suku Alamanni
Suku Alamanni berdiam di sebelah Utara sungai Main di Jerman. Mereka mulai menyerang teritori Romawi di Gaul dan Italia Utara tahun 268. Sebelumnya Alamanni dikalahkan oleh Kaisar Romawi Gallienus di Pertempuran Milan tahun 259. Tahun 271 Alamanni berhasil mengalahkan Kaisar Aurelian dan menginvasi Italia. Di tahun yang sama Aurelian membalas kekalahan dari Alamanni dan mengusirnya dari Italia. Tahun 356 Alamanni kembali berhasil mengalahkan Kaisar Romawi Julian dalam Pertempuran Reims. Setahun berikutnya Julian mengalahkan Alamanni dalam Pertempuran Strassbourg. Akhirnya Kaisar Romawi Barat Gratianus menuntaskan perlawanan Alamanni di tahun 378 dalam Pertempuran Argentovaria. Tahun 406 bersama-sama suku-suku yang lain Alamanni menyerang Romawi dan berdiam di Dataran Swiss. Tahun 496 Kerajaan Alamanni sepenuhnya ditaklukan oleh Clovis I dari suku Franks.

Suku Bulgars
Pada awal abad ke-2 suku Bulgars bermigrasi dari Asia Tengah ke dataran Eropa dan menempati daerah antara Danau Laut Kaspia dan Laut Hitam. Antara tahun 351 sampai 389 suku Bulgars menyebrangi dataran Kaukasus menuju daerah Armenia dan berasimilasi dengan penduduk setempat, Armenians. Sebagian suku Bulgars juga ikut dalam penyerangan Huns ke Eropa Tengah dan Barat. Setelah kemerosotan kekuatan Huns, Bulgars kembali ke Eropa Timur dan Tenggara. Pada akhir abad ke-5 Bulgars berperang melawan Ostrogoths sebagai aliansi Kekaisaran Byzantine. Pertengahan abad ke-6 Bulgars terpecah menjadi 2: Kutrigur dan Utigur. Di Barat Kutrigur jatuh dalam wilayah Avar dan menjadi berpengaruh terhadap Kerajaan Khaganate. Utigur jatuh dalam kekuasaan Kerajaan Gokturk tahun 568.

Suku Burgundians
Suku Burgundians semula menetap di dataran Skandinavia kemudian bermigrasi ke dataran Eropa. Tahun 369 Burgundians membantu Romawi dalam memerangi suku Alamanni. Setelah beberapa tahun Burgundian dikalahkan oleh Fastida dari suku Gepids. Burgundians muncul kembali pada saat Stilicho, Jenderal Romawi memerangi Alaric I dari Ostrogoths tahun 406-408. Kemudian Burgundians bermigrasi ke lembah sungai Rhein. Tahun 411 Gundahar, raja Burgundians yang bekerja sama dengan Goar raja Alans mengancam Kaisar Romawi, Jovinus sehingga memperoleh beberapa daerah di Eropa Barat. Kemudian Kaisar Honorius secara resmi menghadiahkan daerah-daerah tersebut kepada mereka. Burgundians mulai memberontak dan berakhir tahun 436 ketika Jenderal Romawi Flavius Aetius bersama dengan pasukan Huns memerangi mereka. Tahun 437 raja Burgundians, Gundahar meninggal dalam pertempuran. Tahun 443 Aetius mengampuni mereka dan memberi daerah di kota Lyon. Raja baru mereka Gundioc atau Gunderic. Sebagai aliansi dengan Romawi mereka bertempur bersama-sama dengan Flavius Aetius dan suku Visigoths. Terutama sekali dalam memerangi Attila dari suku Huns dalam Pertempuran Chalons tahun 451. Selain itu, mereka membantu raja Visigoths Theodoric II dalam memerangi suku Suebi tahun 455. Antara tahun 457 sampai 472 pemimpin-pemimpin Burgundians terlibat intrik dengan penguasa di Roma. Ricimer dan Gundobad mengambil tahta Avitus dan menggantinya dengan Majorian. Tak selang berapa lama Ricimer membunuh Majorian. Kaisar selanjutnya Anthemius dibunuh oleh Gundobad dan mengangkat Glycerius. Tahun 474 pengaruh Burgundians berakhir dengan digantinya Glycerius oleh Julius Nepos. Tahun 500 Burgundians terlibat perang dengan Franks. Tahun 507 Burgundians dan Franks bergabung untuk menggempur raja Visigohts, Alaric II. Saat itu wilayah Burgundians meliputi Utara Italia, sebelah Barat Swiss dan Prancis Tenggara. Tahun 543 mereka ditaklukan Franks yang dipimpin Clovis I dan menjadi bagian dari Kerajaan Merovingian.

Suku Franks
Semula suku Franks tinggal di sebelah Utara dan Timur sungai Rhein. Tahun 357 suku Franks menyebrangi wilayah Romawi. Tahun 358 Romawi menerima mereka sebagai bagian dari Romawi. Akhir abad ke-5 mereka memperluas wilayah termasuk Belanda sebelah Selatan sungai Rhein, Belgia, dan sebelah Utara Gaul. Pada abad ke-5 beberapa suku kecil Franks mendirikan kerajaan mereka di Cologne, Tournai, Cambrai. Raja suku Franks Tournai, Childeric I berperang bersama-sama dengan Panglima Wilayah Perang Romawi, Aegidius. Kemudian Childeric dan anaknya, Clovis, memberontak kepada Romawi dan mengalahkan Panglima Perang mereka Syagrius tahun 486/487. Clovis kemudian membunuh raja Franks Cologne, Chararic dan raja Franks Cambrai, Ragnachar. Tahun 490-an Clovis sudah menguasai seluruh suku Franks kecuali Repuarian Franks dan mendirikan kerajaan Merovingian. Tahun 507 Clovis mengusir Visigoths Gaul Selatan dalam Pertempuran Vouille. Kemudian Clovis membagi kerajaannya kepada keempat anaknya. Tahun 534 anak-anak Clovis bersatu untuk mengalahkan Burgundy. Setelah itu kerajaannya terpecah kembali menjadi 3 bagian: Austrasia, Neustrasi, dan Burgundy. Tahun 613 suku Franks bersatu lagi di bawah raja Chlothar II. Sejak tahun 687 setelah Pertempuran Tertry, suku Franks mengalami kemunduran di mana rajanya tidak berkuasa dan kekuasannya secara tidak langsung berpindah ke kepala Istananya. Tahun 751 Kepala Istana Pepin si Pendek menggantikan Childeric III, raja terakhir Merovingian dan mendirikan kerajaan Carolingan.

Suku Lombard
Suku Lombard semula berdiam di mulut sungai Elbe. Sejak abad ke-2 suku-suku Jerman bergabung suku-suku yang lebih besar seperti Franks, Alamanni, Bavarii dan Saxons. Dari tahun 166-489 tidak ada catatan sejarah dari suku Lombard dikarenakan mereka berdiam di pedalaman Jerman atau karena mereka bergabung ke suku yang lebih besar seperti Saxons. Sekitar tahun 300 Lombard berkembang melawan Saxons di bawah raja Agelmund. Pertengah kedua abad ke-4 suku Lombard mulai bermigrasi karena panen yang buruk. Pada tahun 489 mereka bermigrasi dengan rute: Scoringa, Mauringa, Golanda, Anthaib, Banthaib, Vurgundaib. Ketika sampai di Vugundaib mereka diserang suku Bulgars dan raja Agelmund tewas. Kekalahan ini membuat mereka bergabung dengan Huns untuk sementara membangun kekuatan di bawah kepemimpinan Laimicho. Setelah kuat mereka menyerang Huns dan menang. Tahun 540-an, Audoin memimpin Lombard menyebrangi sungai Danube ke daratan Pannonia di mana mereka menerima bantuan dari Byzantine untuk memerangi suku Gepids. Tahun 560 Lombard dipimpin oleh Alboin mengalahkan Gepids. Musim Gugur 568 Alboin memimpin Lombard dan suku-suku lain seperti Bavarii, Gepids, Saxons dan Bulgars menyerang Italia Utara karena mereka diusir dari Pannonia oleh suku Avars. Tahun 569 mereka menguasai pusat Romawi di Italia Utara, Milan. Tahun 572 mereka menguasai Italia dan mendirikan kerajaan mereka dengan ibukota Pavia. Mereka kemudian mendirikan beberapa duchy (daerah pemerintahan yang lebih kecil) di Friuli, Vicenza, Verona, Brescia, Spoleto, Benevento. Tahun 572 Alboin terbunuh. Sampai tahun 584 para duchy tidak memilih raja. Baru ketika ancaman datang dari suku Franks mereka memilih cucu Alboin, Authari. Selama tahun 584 sampai 643 suku Lombard terlibat beberapa kali pertempuran dengan Byzantine dan Franks. Tahun 661 setelah kematian raja Airpert I, kerajaan Lombard dibagi 2 untuk anaknya Perctarit yang memimpin di Milan dan Godepert yang memimpin di Pavia. Liutprand memimpin Lombard mulai tahun 712. Dia membantu Charles Martel mengusir kaum Arab. Penggantinya Aistulf berhasil merebut Ravenna tapi kemudian dikalahkan oleh suku Franks yang dipimpin Pippin III. Raja terakhir Lombards adalah Desiderius. Dia merebut kembali Ravenna dan mengakhiri kekuasaan Byzantine di Italia Utara dan tahun 772 dia menguasai Roma. Paus Hadrian I kemudian meminta bantuan Charlemagne dan mengalahkan Lombards di Pertempuran Susa dan mengepung Desiderius di Pavia. Tahun 774 Lombards menyerah dan kekuasaan Lombards sepenuhnya jatuh ke tangan Franks dengan rajanya Charlemagne.

Suku Saxons
Pada abad ke-2 suku Saxons berdiam di sebelah Utara sungai Elbe. Tahun 356 mereka disebutkan membangun aliansi bersama Magnentius yang menjadi saingan Kaisar Julian di Gaul. Selama abad ke-4 dan awal abad ke-5 Saxons dikenal sebagai pembajak dan panglima perang di Gaul dan Britain. Mulai tahun 555 Saxons terlibat perang dengan Franks di Jerman Utara. Raja Franks Chlothar II akhirnya memenangi perang ini. Pada tahun 569 Saxons bersama dengan Lombard mereka memasuki Italia. Tahun 572 karena terpecah belah mereka dikalahkan oleh Jenderal Romawi Mummolus. Perdamaian terbentuk ketika kekuatan Saxons mulai bersatu kembali dan menetap di Austrasia. Tahun 573 mereka pindah ke Gaul dalam 2 kelompok. Beberapa Saxons sudah berada di Gaul sebelumnya. Tahun 463 raja Saxons Eadwacer mengalahkan suku Angers. Beberapa tahun kemudian Saxons mulai meninggalkan Gaul menuju Britain karena suku Franks mulai memperluas kekuasaannya. Sebagian masih menetap di Gaul sebagai bagian dari kerajaan Franks, Merovingian. Saxons bersama dengan suku-suku lain seperti: Angels, Jutes, Frisians mulai bermigrasi ke Britanin ketika kekuasaan Romawi mulai runtuh.

Suku Suebi
Sebagian besar suku Suebi sampai tahun 406 menetap di sebelah kanan sungai Rhein. Kemudian bersama suku Vandals, Alans menyebrangi sungai Rhein dan menuju ke Gaul Utara. Tahun 573 mereka kembali ke semenanjung Italia. Tahun 409 dipimpin raja Hermeric, suku Suebi menuju semenanjung Iberia. Mereka menetap di Barat Laut Hispania dan menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Romawi di bawah Kaisar Honorius tahun 438. Tahun 448 suku Suebi diperintah oleh raja Rechiar, cucu Hermeric. Tahun 456 Rechiar memulai peperangan dengan Visigoths, Burgundians dan Romawi. Tahun 570 raja Visigoths, Leovigild mulai menyerang Suebi. Tahun 575 raja Suebi, Miro membuat perdamaian dengan Leovigild. Tahun 585 mereka ditaklukan oleh kerajaan Visigoths dengan raja terakhir Suebi, Malaric.

Suku Vandals
Sejak abad ke-2 SM Vandals menetap di tanah Polandia. Vandals terbagi menjadi 2 kelompok yaitu Silingi dan Hasdingi. Selama Peperangan Macromannic, Silingi menetap di Jerman dan pada abad ke-2 Hasdingi dipimpin oleh raja Raus dan Rapt bergerak ke Selatan menyerang Romawi di sungai Danube. Tahun 271 mereka berdamai dan Vandals menetap di Dacia Barat dan Pannonia. Pada masa pemerintahan Constantine the Great, suku Vandals diserang oleh raja Gothic, Geberic dan raja Vandals, Visimar, tewas. Tahun 401 mereka dipimpin Godigisel bergerak ke arah Barat akibat serangan suku Huns dan kelompok Silingi mulai bergabung lagi. Tahun 406 mereka bergerak memasuki Gaul dan mendapat perlawanan dari suku Franks. Godigisel meninggal dalam sebuah pertempuran. Dengan bantuan suku Alans, Vandals mengalahkan Franks dan menginvasi Gaul di bawah pimpinan Gunderic. Tahun 409 mereka memasuki semenanjung Iberia. Mereka menerima daerah Romawi dengan menjadi bagian dari Romawi. Hasdingi di sebelah Barat Laut, Silingi di Selatan dan Alans di Barat. Tahun 426 Visigoths mengalahkan Alans dan membunuh raja mereka sehingga tahta Alans diberikan ke raja Gunderic. Vandals kemudian berpindah ke Afrika Utara dan mendirikan kerajaan di sana. Tahun 430 Vandal menyebrangi Gibraltar untuk menyerang Romawi. Selama 14 bulan mereka mengepun kota Hippo Regius. Tahun 435 perjanjian damai dibuat. Tahun 439 Vandals mengambil alih Carthage dan menjadikannya sebagai ibukota. Tahun 455 ketika terjadi intrik politik di Roma di mana Kaisar Valentinian III dibunuh oleh Petronius Maximus, Vandals menyerang dan menduduki Roma. Tahun 468 Vandals memulai peperangan dengan Romawi Timur. Tahun 476 mereka berdamai. Huneric menggantikan ayahnya, Gunderic tahun 477. Pada tahun 523-533 terjadi perebutan tahta. Hilderic raja yang sah berperang dengan anggota keluarga yang lain Hoamer. Ketika Hoamer kalah perang dari bangsa Arab, kelompok Arianisme memimpin pemeberontakan dan sepupu Hoamer, Gelimer dijadikan raja. Hilderic yang condong ke Katolik ditumbangkan dan dibunuh tahun 533. Hal ini mengundang perang dengan Byzantine yang Katolik. Tahun 533 Belisarius, panglima perang Byzantine berhadapan dengan Gelimer. Vandals menang namun dua saudara dan keponakannya, Ammatas, Tzazo dan Gibamund tewas dalam pertempuran. Tahun 534 Gelimer menyerah dan mulai saat itu Visigoths menjadi bagian dari Byzantine.

Suku Avars
Suku Avars terbentuk di Asia Tengah pada jaman peradaban kuno (Classical Civilization). Tahun 557 mereka sampai di daerah Utara Kaukasus dan bekerja sama dengan Byzantine mengalahkan suku Bulgars. Tahun 562 mereka menguasai padang rumput Ukraina dan pangkal sungai Danube. Kemudian mereka mulai mendatangi daerah Balkan namun oleh Kaisar Byzantine, Justinian I, mereka didorong ke Utara ke Jerman. Mereka kemudian menginginkan daerah Carpathians namun suku Gepids telah menguasainya. Tahun 567 mereka bergabung bersama Lombards mengalahkan suku Gepids dan merayu Lombards untuk menetep di Italia Utara. Tahun 580 di bawah kepemimpinan Bayan, Avars mendirikan supremasinya di Austria memimpin suku Slavic, Hunno-Bulgars dan suku-suku kecil Jerman. Sebelumnya tahun 568 Avars merebut Dalmatia yang memotong jalur Byzantine ke Italia Utara. Tahun 584 raja Avars selanjutnya, Bayan II menguasai Singidunum dana Viminacium karena Byzantine menolak untuk menambah jumlah bantuan. Tahun 590-an Avars mundur karena Kaisar Maurice melakukan kampanye di Balkan. Tahun 626 kerjasama Avars dan Persians untuk mengepung Constantinople gagal. Sekitar tahun 630-an the Great Khan Kubrat, raja Bulgars, memimpin serangan kejutan bagi Avars dan mengakhiri kekuasaan Avars di daratan Pannonia.

Suku Gepids
Tahun 260 bersama dengan Goths, Gepids menginvasi daerah Dacia. Pada abad ke-4 di bawah raja Fastida, Gepids hampir memusnahkan suku Burgundians. Tahun 375 mereka bergabung dengan Huns dan Ostrogoths. Gepids dengan rajanya Ardaric berada di pihak Huns ketika terjadi Pertempuran di Chalons tahun 451. Setelah Attila, raja Huns, meninggal tahun 453 maka Gepids memberontak terhadap Huns dan mengalahkan Huns di Pertempuran Nedao tahun 454. Kemenangan ini menempatkan Gepids di dataran Carpathians. Permusuhan dengan Ostrogoths muncul kembali. Tahun 504 mereka diusir oleh Theodoric the Great, raja Ostrogoths. Tahun 537 mereka memulihkan kekuatan dan menetap di Beograd. Sirmium dijadikan ibukota kerajaan Gepids dengan rajanya Cunimund. Tahun 546 Byzantine yang beraliansi dengan Lombards berusaha mengusir Gepids dari tanahnya. Tahun 552 mereka mengalami kekalahan yang buruk di tangan Alboin, raja Lombard dan sepenuhnya ditaklukan oleh Lombards tahun 567.

Suku-suku yang lain tidak dijelaskan di sini karena pengaruhnya terhadap sejarah dan kontribusinya dalam jaman perpindahan bangsa-bangsa relatif kecil. Suku-suku yang tak dijelaskan antara lain: Angels, Frisians, Jutes, Magyar, Slavic, dan Viking.

September 5, 2009 - Posted by | sejarah | , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: