Ericktristanto’s Blog

Just another WordPress.com weblog

POROS TEHERAN-DELHI-JAKARTA-BEIJING

Tensi perebutan hegemoni dunia saat ini sedang menurun. Mengapa? Karena hegemoni dunia saat ini, mau tidak mau harus mengakui berada di bawah pengaruh Amerika Serikat sang Superpower. Amerika menjadi negara yang sangat berpengaruh dalam menentukan arah sejarah dunia. Hal ini tak lain karena kesuksesan Amerika untuk tetap bertahan selama kurang lebih dua abad. Kekuatan Amerika saat ini dipengaruhi oleh keberhasilannya dalam memenangkan segala kompetisi. Pertama, Amerika berhasil memenangkan Perang Sipil melawan pemberontak Konfenderasi di wilayah Selatan. Kedua, Amerika berhasil memenangkan Perang Dunia II melawan Nazisme/Facisme di Eropa. Ketiga, Amerika berhasil memenangkan Perang Dingin melawan Komunisme di Uni Soviet. Keempat, Amerika berhasil memenangkan Perang Terorisme melawan Radikalisme dan Fundamentalisme Islam di Afghanistan dan Iraq. Dengan sederet pengalaman dan kekuatan yang telah dikembangkan Amerika berusaha agar posisinya sebagai polisi dunia tetap langgeng. Namun kemapanan posisi tersebut saat ini sedang terancam. Dengan berkembangnya demokrasi dan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan, negara-negara di dunia mulai berlomba-lomba meningkatkan kapasitasnya sebagai suatu bangsa dan negara menuju tujuannya yang ideal. Hal mendorong setiap negara untuk terlepas dari pengaruh asing. Setiap negara mulai menyadari posisinya di dunia internasional adalah sejajar terlepas dari kekuatan yang dimilikinya.
Saat ini Amerika sedang merasakan posisi nyaman bersama negara-negara sekutunya yang memenangkan Perang Dunia II. Sekutu tersebut antara: Inggris, Prancis, Rusia, Kanada, dan Australia. Sebagian dari mereka adalah anggota G8 (Group of 8) yang merupakan organisasi negara-negara maju. Rusia yang menjadi negara suksesor dari Uni Soviet saat ini juga berusaha membangun kembali kekuatannya. Namun hal ini dipersulit dengan konflik integrasi di wilayah tersebut serta persaingan antara negara-negara bekas Uni Soviet yang lain. Ada beberapa negara yang berpotensi mengancam dan meruntuhkan dominasi Amerika saat ini sebagai superpower. Negara-negara tersebut antara lain: Iran, India, China, dan Indonesia.
Iran. Sejak Revolusi Islam Iran, Iran menjadi negara yang paling berani menentang kekuatan Amerika. Yang paling menonjol dari negara Iran adalah kekuatan militernya. Kekuatan militer Iran telah teruji dalam Perang Teluk I (1980-1988). Walaupun tidak dapat mengalahkan tentara Iraq namun jelas itu menjadi pelajaran penting bagi militer Iraq. Saat ini di bawah pimpinan Mahmoud Ahmadinejad, Iran mulai mengembangkan senjata nuklirnya. Diakui atau tidak persenjataan Iran dipersiapkan untuk menghancurkan sekutu Amerika terdekat di Timur Tengah yaitu Israel. Iran telah menciptakan rudal yang memiliki daya jangkau mencapai Israel bahkan melebihinya. Walaupun Iran tidak mewarisi kejayaan Kerajaan Persia namun kekuatan militer Iran saat ini didukung oleh anggaran yang tidak sedikit yaitu sekitar 2,6% dari APBN Iran. Selain itu jumlah personil tentara aktifnya mencapai 900.000 orang. Dalam data Military Balance tahun 2005, kekuatan militer Iran berada pada ranking 8. Memang keadaan ini sangat jauh dibanding dengan keadaan militer Amerika Serikat yang menempati ranking 1, tapi dalam waktu dekat Iran akan membangun kekuatan militernya. Hal tersebut diungkapkan oleh sang Presiden Iran dalam rangka stabilitas keamanan di wilayah Timur Tengah. Dengan pandangan baru Presiden yang revolusioner tersebut dan memandang Amerika sebagai musuh yang harus dikalahkan maka mau tidak mau Iran akan mengembangkan kekuatan militernya guna menyeimbangi atau bahkan mengalahkan kekuatan Amerika. Secara geopolitik, kedudukan Iran memang tidak menguntungkan yaitu berada di tengah pusaran kekuatan sekutu Amerika. Di Timur ada Pakistan, di Barat ada Arab Saudi. Iran hanya terlindung oleh Afghanistan yang sekarang bergejolak karena perang saudara dan Iraq yang sekarang menjadi negara demokratis. Ada dua risiko yang mungkin terjadi akibat kondisi politik Iraq saat ini pascaserangan Amerika. Pertama, Iraq akan menjadi negara boneka Amerika. Kedua, jika Iraq berhasil memanfaatkan kondisi demokratis yang diciptakan Amerika, maka kelompok Syiah yang radikal dan fundamental dapat menjadi mayoritas di Iraq sehingga menguasai pemerintahan. Jika skenario kedua yang terjadi maka ini akan menguntungkan Iran. Jika Iran dapat mempengaruhi Iraq untuk bergabung memusuhi Amerika maka akan memperkuat posisi geopolitik Iran. Hal itu mungkin saja terjadi mengingat Iraq juga mempunyai komposisi penduduk yang mayoritas Syiah sama seperti Iran. Sejauh ini sekutu Iran di Timur Tengah adalah Syria dan Libya. Sedangkan negara yang patut diperhitungkan oleh Iran di Timur Tengah adalah Mesir. Mesir di bawah Presiden Hosni Mubarak berusaha menekan pergerakan kaum fundamentalis Islam yang notabenenya sealiran dengan Iran. Jika Iran berhasil mempengaruhi Mesir, Iraq dan Syria serta Libya untuk bergabung maka dapat dikatakan Iran-lah penguasa Timur Tengah. Arab Saudi yang merupakan negara sentral Timur Tengah tidak perlu ditakuti karena pahamnya yang moderat. Terlepas dari penggabungan kekuatan negara-negara tersebut (Iran, Iraq, Syria, Libya, dan Mesir), Iran merupakan negara yang patut disegani oleh Amerika. Buktinya, selama ini pidato-pidato Presiden Ahmadinejad senantiasa menyerang kebijakan-kebijakan luar negeri Amerika tetapi Amerika tidak menanggapinya. Bukti lain, Iran saat ini mengembangkan uranium untuk Pembangkit Tenaga Nuklir namun Amerika hanya bisa menginspeksinya. Berbeda dengan Iraq yang baru diduga memiliki senjata pemusnah massal, Amerika langsung menyerang. Bukti lain, pada masa revolusi Islam Iran, mahasiswa Iran berhasil menyandera para diplomat Amerika di Teheran dan Amerika tidak bisa berbuat apa-apa. Kekuatan militer Iran didukung oleh kekuatan energi minyak. Tak pelak bahwa Amerika menyerang Iraq untuk menguasai ladang minyaknya. Ladang minyak yang sama banyaknya juga berada di Iran namun Amerika hanya bisa berunding dan bernegosiasi untuk mendapatkannya. Dengan energi minyak yang melimpah tersebut. Iran tidak perlu takut dengan ancaman ekonomi yang akan diterapkan oleh Amerika. Dengan dana hasil penjualan minyak, pembangunan kekuatan militer yang diprogramkan Iran bukan omong kosong.
India. India saat ini telah mengalami perkembangan pesat. Perekonomian India mengalami pertumbuhan signifikan. Beberapa orang terkaya di dunia juga berasal dari India. Kelemahan India ada di bidang sosial. Masih banyak kesenjangan sosial yang terjadi di India. Ketidakmerataan pendapatan sangat besar. Hal ini disebabkan oleh sistem kasta yang diterapkan dalam kehidupan sosial masyarakat India. Walaupun demokrasi sudah diselenggarakan dengan adanya pemilu namun belum tentu membuat pemerataan kesejahteraan terjadi. Di sisi lain negara telah mengembangkan bidang sains dan teknologi untuk bertumbuh. India berubah menjadi negara yang menghasilkan produk-produk teknologi tingkat tinggi. Sumber daya manusia India juga menghasilkan orang-orang berkualitas. Saat ini perkembangan sains dan teknologi dapat dibuktikan dalam beberapa hal. Pertama, India mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi. Total produk domestik brutonya masuk dalam 10 besar dunia. Kedua, India mampu mengatasi adanya krisis ekonomi karena gejolak finansial yang terjadi di Amerika tahun 2008. Ketiga, banyak orang-orang yang menjadi peneliti di Amerika dan Eropa. Microsoft misalnya, banyak progamernya yang berasal dari India. Di CERN (pusat pengembangan sains dan teknologi di Eropa) tidak sedikit orang yang berkebangsaan India. Di universitas-universitas baik di Amerika maupun di Eropa banyak orang India yang menjadi kepala penelitian/laboratorium. Keempat, industri berbasis teknologi yang maju pesat seperti keberhasilan menciptakan mobil termurah di dunia. Kelima, industri berbasis teknologi yang mampu mendunia sehingga pemiliknya menjadi orang terkaya. Keenam, India sudah mampu menciptakan roket dan satelit komunikasi. Tak dapat dipungkiri mungkin selanjutnya India akan mengembangkan satelit militer untuk kepentingannya. Dari semua keunggulan tersebut India belum dapat mengancam kekuatan Amerika. Hal tersebut masih harus dioptimalkan. Pemerintah India harus memperbaiki kehidupan sosial masyarakat India. Setelah kehidupan masyarakat India diperbaiki selanjutnya adalah mendistribusikan perkembangan sains dan teknologi kepada seluruh masyarakat India melalui pendidikan gratis. Dengan demikian dapat diprediksi 15-20 tahun lagi kekuatan sains dan teknologi India mampu mengalahkan atau paling tidak mengimbangi sains dan teknologi Amerika.
China. Inilah ancaman sesungguhnya bagi posisi superpower Amerika. Hampir di semua bidang China hampir mengimbangi Amerika. Di bidang militer, China merupakan armada terbesar di dunia dengan lebih dari 2 juta tentaranya. Di bidang ekonomi, China mengalami pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari negara manapun. Di bidang industri, China mampu mengolaborasi sistem komunis dan sistem liberal di mana untuk China pedalaman dikomando untuk memenuhi kebutuhan negara dan untuk China pesisir diserahkan kepada pasar untuk mengakumulasi modal. Hasilnya, China mencapai titik efisiensi yang belum pernah dicapai negara lain. Produk-produk China dihasilkan dengan harga yang paling murah di dunia sehingga mengancam produk-produk sejenis dari negara lain termasuk Amerika. Banyak negara yang menempatkan China sebagai mitra dagang utamanya menggantikan Amerika. Di bidang sains dan teknologi, China menghasilkan ilmuwan yang berkualitas internasional dalam jumlah banyak. Selain itu, ilmuwan-ilmuwan China mampu menciptakan mesin-mesin industri sehingga tidak perlu ekspor mesin yang memakan biaya mahal. China juga menghasilkan hacker-hacker andal yang mampu mengacau sistem keamanan komputer Amerika. China juga memegang peranan penting dalam dunia politik internasional. Di samping sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, China juga menyimpan senjata nuklir yang cukup untuk menghancurkan Amerika. Saat ini China sudah tidak dapat didikte lagi oleh Amerika. Sejak Uni Soviet runtuh, kekuatan komunis satu-satunya yang paling kuat adalah China. Kekuatan China yang lain adalah penduduknya yang luar biasa banyak. China merupakan negara dengan penduduk paling banyak di dunia. Itu belum termasuk orang-orang China yang sudah tersebar hampir di semua negara. Jika pemerintah pusat China mampu memanfaatkan seluruh orang China di dunia maka tidak mungkin China akan menguasai seluruh dunia. Masalahnya adalah orang-orang China yang berada di luar negeri kebanyakan sudah putus hubungan dengan negara asalnya.
Indonesia. Indonesia memang masih jauh jika dibandingkan Amerika di bidang manapun namun. Indonesia memiliki beberapa kekuatan terpendam yang masih perlu dieksplorasi. Pertama, Indonesia memiliki kekuatan geopolitik. Indonesia seharusnya mampu memanfaatkan posisinya yang strategis. Di antara dua benua dan dua samudra merupakan posisi yang mejadi lalu lintas hubungan apapun di dunia. Posisi Indonesia dapat untuk menekan musuh dalam proses diplomasi. Memang kelemahan kita adalah angkatan perang kita yang belum cukup atau kurang mampu menjaga seluruh wilayah Indonesia yang cukup luas ini. Dengan ditambahnya kekuatan militer kita maka kita akan dapat menjaga kedaulatan wilayah kita. Kedua, sumber daya alam yang melimpah. Tak dapat dipungkiri bahwa tersimpan segala bahan-bahan dari alam untuk memenuhi segala kebutuhan dan keperluan kita. Minyak ada, batu bara ada, pertanian ada, perikanan ada, logam ada. Hampir tidak ada yang tidak ada. Jika kita mampu mengoptimalkan sumber daya alam ini dan melestarikannya kita akan mendapat sumber pendapatan yang cukup untuk mengembangkan potensi negara kita di bidang apapun seperti sains teknologi, militer, ekonomi, industri dan lain-lain. Ketiga, sumber daya manusia yang berlimpah. Indonesia dapat memanfaatkan penduduknya untuk kepentingan sendiri dari pada harus diekspor sebagai tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Selain, sebagai pasar untuk barang-barang dalam negeri, penduduk Indonesia dapat dijadikan sebagai tenaga kerja di dalam negeri. Tentu dengan upah yang layak. Kekurangan Indonesia adalah tidak adanya sumber daya modal. Yang perlu dilakukan pemerintah Indonesia adalah memperbanyak investasi dalam negeri daripada investasi luar negeri. Dengan investasi dalam negeri keuntungan yang diperoleh tidak akan dibawa ke luar negeri namun akan dinikmati sendiri oleh masyarakat Indonesia sendiri. Ketika masyarakat Indonesia sudah makmur dan sejahtera maka pengembangan kekuatan Indonesia dapat dilakukan. Dengan tiga keunggulan tersebut Indonesia mampu menjadi ancaman bagi Amerika walaupun masih membutuh waktu yang cukup lama. Namun, jika Indonesia mampu mengakselerasi optimalisasi keunggulan tersebut maka dapat diprediksi sama seperti India bahwa sekitar 20-25 tahun lagi Indonesia dapat menjadi ancaman berat bagi Amerika.
Poros Teheran-Delhi-Beijing-Jakarta. Dengan kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing negara keempat negara ini dapat menjadi menguasa dunia menggulingkan Amerika. Kolaborasi keunggulan masing-masing negara yang berbeda-beda tersebut dapat menggantikan kekuatan lama yang selama ini bercokol menentukan arah kebijakan internasional. Poros Teheran-Delhi-Beijing-Jakarta dapat menggantikan posisi G8 yang ada selama. Hal ini disebabkan kekuatan G8 berpusat kepada Amerika dan semua anggota G8 memiliki karakteristik yang sama yaitu negara maju yang berbasis Industri dan Teknologi. Jika satu karakter ini dapat dikalahkan maka kekuatan dunia akan beralih dari Euro-Americancentris menjadi Asiacentris. Poros Teheran-Delhi-Beijing-Jakarta memiliki semua kebutuhan yang diperlukan untuk menjadi penguasa dunia. Industri dan teknologi dimiliki oleh China, militer dimiliki oleh Iran, human resources dan informasi teknologi dimiliki oleh India, sumberdaya alam dan geopolitik dimiliki oleh Indonesia. Di lihat dari atas mungkin dapat dikatakan China saja cukup untuk mengalahkan Amerika karena China memiliki apa yang dimiliki oleh Amerika dan negara-negara maju lainnya. Namun China tetap memerlukan negara penyokong kekuatannya. Misalnya China mungkin masih memerlukan impor tenaga IT dari India dan bahan-bahan alam dari Indonesia. Jadi dapat dikatakan poros ini tidak dapat bekerja sendiri-sendiri untuk mengalahkan superpower yang ada melainkan harus bekerja sama untuk menjadi superpower bersama-sama.

Maret 17, 2010 - Posted by | politik | , , , , , ,

2 Komentar »

  1. termakasih infonya, sangat bermanfaat , Africa

    Komentar oleh John | Agustus 16, 2015 | Balas

    • Kembali kasih

      Komentar oleh ericktristanto | Mei 29, 2016 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: