Ericktristanto’s Blog

Just another WordPress.com weblog

APAKAH TUHAN MAHA SEGALANYA…???

A             : Apakah Tuhan maha melakukan segalanya?

B             : Tidak

A             : Bagaimana mungkin Tuhan tidak maha melakukan segalanya?

Bukankah itu berarti dia lemah? Dan yang lemah pastilah bukan Tuhan?

B             : Tuhan memang tidak bisa melakukan segalanya. Dia terbatasi

A             : Tuhan macam apa yang terbatasi??? Terbatasi oleh apa?

B             : Tuhan terbatasi oleh hakikatnya

A             : Memang apa hakikatnya Tuhan?

B             : Tuhan itu kebenaran dan kasih

A             : Apakah itu berarti Tuhan tidak bisa melakukan segala hal yang bertentangan dengan kedua hal

itu?

B             : Benar. Tuhan tidak bisa berbohong. Tuhan tidak bisa melukai. Dan lain-lain

A             : Lalu bagaimana bisa Tuhan memerintahkan memusnahkan bangsa Kanaan?

B             : Itu simbolisme bahwa segala dosa harus dibersihkan

A             : Apakah tidak ada pengampunan?

B             : Ini konteks Perjanjian Lama

A             : Apakah Tuhan Perjanjian Lama berbeda dengan Tuhan Perjanjian Baru?

B             : Tidak. Tuhan tetap sama.

A             : Lalu bagaimana Anda menjelaskan semua ini?

B             : Entahlah. It’s God’s Will

A             : Bagaimana Anda menilai perbuatan Tuhan benar atau salah?

B             : Tentu tidak bisa. Semua yang dilakukan Tuhan pasti benar

A             : Adakah menurut Anda perbuatan Tuhan yang salah?

B             : Tidak ada

A             : Tuhan pernah menyesal menciptakan manusia. Apakah itu berarti Tuhan keliru menciptakan

Manusia?

B             : Penyesalan itu hanya bentuk kesedihan Tuhan yang teramat sangat. Bukan bentuk penyesalan

menciptakan manusia

A             : Lalu bagaimana tindakan Tuhan yang mengeraskan hati Firaun untuk menahan Bangsa Israel

tetap di Mesir?

B             : Tuhan punya kalkulasi terhadap perbuatanNya

A             : Benar. Itu sebabnya Tuhan tidak terbatas. Tuhan bisa melakukan segalanya

B             : Meski perbuatan itu salah?

A             : Ya. Karena yang memandang benar atau salah adalah mata manusia. Di dalam Tuhan tidak ada

kesalahan meskipun apa saja yang diperbuatnya sebab Tuhan ada kebenaran.

B             : Apakah itu berarti Tuhan bisa mengubah yang salah menjadi benar?

A             : Tuhan tidak sekali-kali mengubah yang salah menjadi benar. Hanya saja dari kesalahan itu bisa

menimbulkan kebenaran. Bagaimanakah ada kebenaran tanpa ada kesalahan?!

B             : Saya mulai paham. Itu sebabnya Tuhan membiarkan munculnya dosa.

A             : Ya. Walaupun Tuhan tidak bertanggung jawab atas munculnya dosa tapi Tuhan tahu dosa akan

muncul

B             : Mungkin awalnya kita bisa saja meminta Tuhan untuk mencegah munculnya dosa. Itu bisa

dilakukanNya tapi tidak dilakukanNya

A             : Tuhan punya grand design terhadap ciptaanNya. Dia ingin secara aktif berinteraksi dengan

ciptaanNya

B             : Dengan adanya dosa maka Tuhan punya alasan untuk mengasihi ciptaanNya.

A             : Sebab Tuhan adalah kasih maka Tuhan ingin menunjukkan kasihNya yang besar itu.

B             : Mengapa Tuhan tidak begitu saja mengampuni dosa manusia?

A             : Salah satu hakikat Tuhan adalah adil dan tetap. Tuhan tidak pernah berubah. Demikian juga

firmanNya. Tuhan berfirman upah dosa ialah maut maka setiap dosa harus dihukum. Itulah

keadilan Tuhan

B             : Lalu mengapa harus Yesus, AnakNya yang dikorbankan? Mengapa bukan Bapa sendiri?

A             : Terlalu mudah memberikan diriNya sendiri bagi orang lain. Tapi sangat sulit memberikan

sesuatu yang kita punyai yang paling kita kasihi kepada orang lain. Karena Tuhan itu kasih maka

Tuhan lebih mengasihi AnakNya daripada diriNya sendiri. Namun, AnakNya itulah yang

dikorbankan. Satu-satunya kepunyaan Allah yang paling dikasihiNya yaitu AnakNya sendiri.

B             : Itulah kasih termegah

November 29, 2013 - Posted by | agama

3 Komentar »

  1. maunya setiap jawaban di atas disertai dengan ayat-ayat dalam alkitab jadi ada rujukan bagi orang yg membaca nya. kalau anda cuma menyampaikan pendapat anda sendiri, tanpa disertai dengan ayat-ayat alkitab sebagai dalilnya kan orang bisa menyangkal bahwa itu cuma pendapat anda sendiri

    Komentar oleh tomo | Maret 4, 2014 | Balas

    • Sayangnya, memang benar bahwa ini cuma pendapat saya sendiri

      Komentar oleh ericktristanto | Maret 5, 2014 | Balas

      • Sesuai moto anda : Ngambyar…… :p

        Komentar oleh Dr. Ajad | April 25, 2015


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: