Ericktristanto’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Kekristenan dan Sistem Ekonomi (Sosialisme atau Kapitalisme?)

A. Pendahuluan

Kekristenan dan Alkitab sebagai kitab sucinya telah dianut oleh hampir sepertiga penduduk dunia. Tentu ajarannya harus memberikan tuntunan yang jelas kepada pemeluknya. Tuntunan yang paling penting selain petunjuk spiritual adalah petunjuk social khususnya perilaku ekonomi yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari manusia. Saat ini berkembang dua system perekonomian di dunia ini. Kedua system tersebut adalah Sosialisme dan Kapitalisme. Meskipun tak dipungkiri lagi bahwa system kapitalisme jauh lebih dominan dari pada sosialisme.

Alkitab baik secara tersirat maupun tersurat mencoba memberikan petunjuk kepada pemeluknya bagaimana hidup berekonomi yang benar. Entah itu kapitalisme, sosialisme atau bahkan system baru yang belum dikenal.

B. Batasan Definisi

Kita akan memulai kajian ini dengan memberikan batasan mengenai hal-hal yang akan kita bahas.

a. Sistem Ekonomi Kapitalisme

Suatu system ekonomi yang memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Merupakan bagian dari gerakan individualisme
  2. Hak Kepemilikan Perseorangan
  3. Perekonomian pasar bebas
  4. Persaingan
  5. Kesempatan untuk meraih keuntungan
  6. Hukum penawaran dan permintaan

b. Sistem Ekonomi Sosialisme

Suatu system ekonomi yang memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Pemerintah sebagai pemimpin dan pengambil keputusan persoalan ekonomi
  2. Individu tidak boleh memilik apa yang dihasilkan. Hasilnya dipandang sebagai milik pemerintah untuk dibagikan secara merata
  3. Pengambilan alat-alat produksi dan hak milik pribadi
  4. Masyarakat tanpa kelas dengan konsep sama rata sama rasa
  5. Perjuangan kelas untuk mencapai tujuan

c. Kekristenan

Suatu kepercayaan yang bersandar pada ajaran Yesus Kristus. Dan, Alkitab sebagai sumber pegangan hidup pemeluk kepercayaan ini.

Walaupun banyak intepretasi yang berbeda terhadap Alkitab. Kita akan menggunakan intepretasi umum yang diterima oleh sebagian besar atau mayoritas umat Kristen (Katolik dan Protestan)

C. Kapitalisme dan Kekristenan

Max Weber dalam tulisannya The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism menyebutkan bahwa Calvinisme (salah satu cabang Protestan) mengajarkan bahwa kerja merupakan panggilan Tuhan. Demikian pula pentingnya menghargai waktu, rasional dalam berpikir dan bertindak, berorientasi ke masa depan, hemat dalam kegiatan ekonomi sehari-hari merupakan etika yang sepenuhnya sesuai dengan tuntutan doktrin Kristiani. Weber melihat adanya pertautan khusus antara etika Kristiani dengan semangat atau etos kapitalisme. Dengan demikian, etika Protestan telah dijadikan dasar doktrin bagi perkembangan kapitalisme serta berkembangnya paham rasionalisme di Eropa. Arti penting konsep panggilan dan caranya diterapkan dalam keyakinan Protestan ialah bahwa panggilan berfungsi membuat urusan biasa dari kehidupan sehari-hari berada dalam pengaruh agama di segala aspek. Panggilan bagi seseorang adalah untuk melaksanakan kewajibannya terhadap Tuhan dengan cara berperilaku yang bermoral dalam kehidupan sehari-harinya.

Ada beberapa ayat yang mendukung etos kinerja para pekerja dalam Alkitab. Beberapa ayat tersebut antara lain: 1 Tesalonika 4:11-12, Amsal 13:4, Amsal 21:20, Amsal 14:23, Efesus 4:28, Imamat 25:14-16, 2 Korintus 9:6, Pengkhotbah 9:10 dan Kolose 3:23. Sudah barang tentu ayat-ayat tersebut hanya memotivasi kaum pekerja untuk berkarya secara etis dan tidak secara langsung mendukung prinsip-prinsip kapitalisme. Jika memang dorongan ayat-ayat tersebut di atas memicu semangat kapitalisme, itu jelas pemahaman yang terlalu jauh.

Di sisi lain, pada masa Weber menulis karyanya ada perbedaan mencolok antara Protestan dengan Katolik. Menurut Weber, konsep “Bekerja sebagai panggilan Tuhan” baru timbul sewaktu terselenggaranya Reformasi Gereja. Konsep ini tidak ditemui ataupun tidak ada padanannya di dalam Katolik. Hal ini mendorong penitikberatan Protestan yang jauh berbeda dari ideal Katolik tentang pengasingan di biara-biara yang menolak pengejaran soal-soal duniawi yang sementara saja sifatnya. Katolik sendiri memiliki hierarki gereja yang tersentral yang identic dengan perekonomian komando.

Jika memang benar Protestan menjadi akar dari Kapitalisme maka telah terjadi pergesaran besar antara semangat Kapitalisme Protestan dengan Kapitalisme Liberal saat ini. Kapitalisme Protestan didasari dengan semangat khas oleh suatu kombinasi unik antara ketaatan kepada usaha memperoleh kekayaan dengan melakukan kegiatan ekonomi yang halal sehingga berusaha menghindari pemanfaatan penghasilan ini untuk kenikmatan pribadi semata-mata. Hal ini berakar dalam suatu kepercayaan atas penyelesaian secara efisien dari suatu tugas karya yang telah dipilih sendiri sebagai suatu kewajiban dan kebajikan. Sementara itu, Kapitalisme Liberal didasari semangat pengumpulan modal secara besar-besaran yang diperoleh secara bebas (tanpa pengaruh moral, hanya hukum saja) guna peningkatan keuntungan yang maksimal.

D. Sosialisme dan Kekristenan

Ayat Alkitab yang secara tersurat menjadi dasar sosialisme adalah Kisah Para Rasul 2:44 dan Kisah Para Rasul 4:32. Dua ayat tersebut menyatakan tidak ada milik pribadi, yang ada adalah kepunyaan bersama. Namun apakah yang terjadi pada masa itu sama dengan sosialisme saat ini? Sosialisme saat ini identik dengan komunisme di mana menganut perekonomian komando (central economics) yang mana semua putusan ekonomi ada di tangan pemerintah. Pemerataan ekonomi diatur oleh pemerintah. Sedangkan cara hidup jemaat Kristen mula-mula secara sukarela menyerahkan hak miliknya. Maklum, saat itu pemeluk Kristen tidak diakui dan bahkan dianiaya oleh pemerintah saat itu, Romawi. Sosialisme Komunisme saat ini diperoleh melalui jalan kekerasan, revolusi, perjuangan kelas, demonstrasi dan anarkis. Sosialisme Gereja diperoleh melalui kesadaran moral, belas kasih dan sukarela.

Ketika kaum sosialis komunis memegang kekuasaan, mereka meminpin secara dictator otoriter untuk mengatur seluruh sumber daya ekonomi negaranya. Selain itu, kekuasaan mutlak yang dipegang oleh penguasa sosialis komunis cenderung bertendensi untuk corrupt. Tidak ada kebebasan individu di dalamnya. Contohnya Negara pelaksana sosialisme komunisme adalah Uni Soviet dan Republik Rakyat Cina. Dalam sosialisme komunis pemerataan ekonomi dilakukan secara top down, sedangkan dalam Sosialisme Gereja pemerataan ekonomi dilakukan secara bottom up.

Ada beberapa prinsip sosialisme komunis yang sangat bertentangan dengan ajaran Kristen. Yang paling menonjol adalah kepercayaan terhadap historical materialis, sebab soal spiritual merupakan efek samping dari keadaan perkembangan materi termasuk ekonomi. Sosialisme komunis tidak memusingkan hal yang bersifat pembangunan spiritual, termasuk pembangunan akhlak orang bertuhan. Ideology komunis tidak mempercayai Tuhan. Agama dilarang tegak karena dianggap sebagai candu bagi manusia dan masyarakat. Namun sekali lagi, seorang komunis tidak serta merta adalah atheis. Karena komunis berbicara tentang pemahaman system ekonomi bukan keyakinan pribadi. Dalam Sosialisme Gereja jelas aspek ketuhanan sangat diutamakan seperti tercermin dalam ayat Kolose 3:23.

Lalu bagaimana konsep hierarki dalam Katolik sama dengan perekonomian komando dalam sosialisme komunis? Sudah barang tentu kedua hal tersebut jauh berbeda. Hieraki Katolik diperuntukan untuk kepentingan pengajaran Gereja. Pengajaran Gereja ini juga termasuk perekonomian yang dijalankan. Namun jelas perekonomian yang dimaksud tidak menjurus pada soal fundamental system ekonomi.

E. Sistem Ekonomi Kristen

Lalu system ekonomi apa yang dianjurkan oleh Alkitab? Alkitab tentu tidak mengenal apa itu kapitalisme ataupun sosialisme. Namun Alkitab telah memberi tuntunan dalam hidup berekonomi. Prinsip-prinsip ekonomi Kristen antara lain:

  1. Tuhan menginginkan manusia makmur untuk memenuhi tujuanNya
  2. Kekristenan memberikan kebebasan untuk keperluan pengembangan ekonomi
  3. Ekonomi Kristen akan mengalir dari hati dan pikiran manusia terkait dengan kemakmuran, berkat dan amal
  4. Hak kepemilikan pribadi merupakan komponen fundamental dari kemakmuran, pengembangan ekonomi
  5. Kewirausahaan dan kemakmuran dihasilkan ketika manusia mampu memberi manfaat bagi karyawannya
  6. Produktivitas bertambah jika kita bekerja dalam kesatuan dengan yang lain yang memiliki kemampuan dan ketrampilan yang berbeda
  7. Pasar bebas menunjang manusia untuk melayani apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh sesama manusia secara sukarela
  8. Bekerja dan beristirahat dibutuhkan untuk mendapat keuntungan, kekayaan dan kenikmatan dalam hidup
  9. Kekayaan akan dialirkan dan terakumulasi melalui warisan
  10. Yang miskin dan yang membutuhkan dibantu melalui pemberian sukarela menurut Alkitab

Dari prinsip-prinsip tersebut maka sampai satu titik di mana Sistem Ekonomi Kristen tidak dapat disamakan dengan dua system ekonomi tersebut. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, kekristenan tidak mengajarkan suatu system perekonomian yang detail seperti yang ada di kedua system ekonomi sebelumnya. Kedua, Kekristenan hanya mengajarkan nilai-nilai moral dalam berekonomi karena sekali lagi Kekristenan bukanlah suatu system ekonomi. Ketiga, Kekristenan merupakan suatu bentuk ekonomi yang voluntary-oriented bukan profit-oriented ataupun command-oriented. Keempat, Sistem Ekonomi Kristen bisa jadi berada di atas kedua system ekonomi sebelumnya karena prinsip-prinsip ekonomi Kristen bisa jadi ada dalam prinsip-prinsip system ekonomi kapitalis maupun sosialis.

Maret 10, 2014 - Posted by | agama, ekonomi, politik | , , , , , , , ,

2 Komentar »

  1. mantap gan perkembangan teknologi sekarang, , klw kita gak ikuti bisa ketinggalan kereta , Aerith

    Komentar oleh John | Juli 31, 2015 | Balas

    • Terima kasih

      Komentar oleh ericktristanto | Mei 29, 2016 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: